Repotnya Mengurus Visa di Luar Negeri 0
Jumat, 4 Sep '09 17:32
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Sebagai pelajar asing, satu-satunya hal yang ditakutkan selain GPA jeblok, terlambat daftar program kuliah, kehilangan tempat tinggal, dan terkena penyakit menular, adalah terlambat mengurus visa. Pengurusan visa tentu berbeda-beda kebijakannya, tergantung negara pemberinya. Baiklah saya memberikan pengalaman saya sewaktu mengganti visa dan memperpanjang visa di RRC.
Pertama kali sampai ke kota Utara, saya datang dengan berbekal visa turis, padahal saya seharusnya mendapatkan visa pelajar. Dengan mandarin pas-pasan dan juga pengalaman pribadi kalau WRRC (Warga Republik Rakyat Cina, kalau slangnya orang Ce-Ka) itu jarang ada yang bisa berbicara dalam bahasa Inggris, saya pun pasrah saja ketika membawa pas foto, paspor, dan kopi surat tinggal ke kantor pengurusan visa di kampus. Hari yang sama, saya harus mendaftar ulang untuk program studi saya dan juga mengurus visa. Di setiap tempat, saya dihadapkan pada antrian pelajar asing yang akan mengurus hal yang sama. Untungnya, saya tidak menghadapi hambatan berarti. Visa selesai tepat waktu, saya tidak terkena denda.
Tidak terasa, setahun berlalu. Saya yang tidak terbang kembali ke Indonesia, mau tidak mau harus memperpanjang visa saya di kota Utara. Kali ini, saya harus jungkir balik jumpalitan di tengah teriknya matahari musim panas. Dari pas foto yang salah, pintu gerbang kampus yang waktu buka-tutupnya tidak pasti, kurs valas yang selalu berubah, hingga kemalasan orang lokal yang kadang harus diburu-buru (lengkapnya, silahkan baca di sini).
Sebenarnya, mengurus visa itu tidaklah begitu merepotkan, asalkan informasi yang diterima lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hanya saja, mengurus visa dengan bahasa asing memperbesar kemungkinan terjadi salah paham, sementara dalam bahasa ibu (bahasa utama) kesalahpahaman masih mungkin terjadi, tetapi dapat diminimalisir.
Yah, setidaknya, pengalaman mengurus visa membuat hidup saya yang tadinya membosankan jadi sedikit jauh lebih berwarna :D
Tag: urus visa, luar negeri, kota utara, RRC
Pantau
Terkait:
-
Setelah Pesta Usai
Sabtu, 3 Okt '09 19:41 -
Hitam di Atas Putih Itu Penting
Selasa, 8 Sep '09 22:02 -
Demi Sebuah Bantal...
Jumat, 18 Sep '09 13:29
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
le renard: Bagus
-
yusro: Bagus
-
Yudiantoro: Bagus
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat