Kerusuhan Tasikmalaya dan kambing hitam 7
Sabtu, 5 Sep '09 02:27
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Ini hasil wawancara saya dengan seorang senior saya yang menyelamatkan dua orang mahasiswa yang dituduh sebagai dalang kerusuhan Tasikmalaya. Ketika kerusuhan Tasikmalaya kambing hitam diarah kan ke dua orang petinggi organisasi mahasiswa. Salah seorang pemuda tersebut sekarang menjadi pengurus PKB Jawa Barat. Senior saya tersebut maka menyelamatkan dua orang tersebut ke Bandung. Di Bandung dua orang tersebut tinggal Di base camp kami yang waktu itu didaerah gandok, cieumbeluit. Setelah beberapa hari seorang oknum mahasiswa dari kampus lain yang sekarang menjadi anggota DPR dan pernah diculik tiba-tiba mendatangi base camp kami. Dia ngobrol-ngobrol tentang kerusuhan Tasikmalaya. Dia kemudian bertanya tentang dua orang yang hilang dan apakah senior saya tahu. Senior saya bilang dia tidak tahu. Padahal salah satu dari dua orang tersebut sedang tidur-tiduran dipojokan sambil mendengarkan obrolan itu. :p
Beberapa hari kemudian disekitar base camp bermunculan orang-orang aneh. Kami yang biasa dilatih mengenali mereka tentu tau mereka sebagai intel :p. Orang-orang tersebut tidak bisa mengenali dua orang tersebut karena semenjak bermunculan orang-orang aneh tersebut dipakaikan jaket himpunan mahasiwa kampus kami. tampaknya mereka bingung kok anak yg mirip dengan mereka cari memakai jaket kampus lain. Setelah beberapa lama dirasakan situsi tidak menjadi aman maka kedua orang tersebut kemudian diungsikan ke Jakarta. Menurut arsip yang saya telusuri kedua orang tersebut tidak pernah tertangkap.
*ditulis sambil mengantuk, nanti dibetulin lagi kalo sudah sadar.
Tag: kerusuhan tasikmalaya, penculikan, intelejen
Pantau

Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat