Hitam di Atas Putih Itu Penting 3

Selasa, 8 Sep '09 22:02

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Sebuah pengalaman berharga lainnya yang saya pelajari selama tinggal di kota Utara. Tentang pentingnya perjanjian hitam di atas putih, alias bukti tertulis. Sebenarnya, ini bukanlah murni pengalaman saya, tetapi ini merupakan pengalaman seorang teman yang terpaksa menyandang status "homeless" selama seminggu.

Ada dua pilihan akomodasi yang tersedia bagi mahasiswa asing di kota Utara. Yang pertama, asrama kampus, yang kedua adalah tinggal di apartemen, entah sendiri, bersama "teman-teman seperjuangan", atau bersama warga lokal. Asrama kampus tentu merupakan pilihan yang paling aman, selain tidak perlu repot mengurus ijin tinggal di kantor polisi, juga tidak akan direpotkan dengan masalah-masalah lain semisal kontrak rumah atau mesin cuci yang tidak berfungsi secara optimal.

Apartemen, di lain pihak, menawarkan kebebasan lebih yang tidak dapat didapatkan di asrama. Akses 24 jam, sarana transportasi publik yang "kadang" lebih mudah dicapai, dan tentunya, lebih banyak privasi. Di lain pihak, apartemen juga menawarkan permasalahan yang lebih kompleks. Dari kontrak yang bermasalah, mengurus ijin tinggal di kantor polisi, sampai permasalahan sepele seperti shower rusak dan pemilik apartemen tidak mau menggantikan.

Tetapi, ada juga keuntungan tinggal di apartemen. Harga sewa yang kadang lebih murah dibanding asrama juga menjadi pertimbangan siswa asing untuk pindah dari asrama. Selain itu, harga sewa di apartemen dapat ditawar dengan pemilik untuk mendapatkan harga yang jauh lebih miring ketimbang menawar dari agen. Hanya saja, satu hal yang perlu diingat, kesepakatan yang sudah dibuat, harus segera diminta hitam di atas putih, kalau tidak, ancaman gelar "homeless" hanya tinggal menunggu waktu saja.

Apabila sudah menyandang status "homeless", satu-satunya pilihan yang tersisa adalah pindah tempat tinggal secepatnya. Dan mencari apartemen baru di tengah hiruk pikuk kedatangan siswa asing untuk semester musim gugur tidaklah mudah. Kebanyakan apartemen layak huni yang ada entah harganya sudah di mark-up gila-gilaan, atau berpenghuni, sementara apartemen yang tidak layak huni pun harganya juga di mark-up dengan margin hampir 100% dari harga yang sepantasnya. Sebuah apartemen layak huni dapat diperebutkan oleh lebih dari 3 peminat, sementara apartemen tidak layak huni juga dapat diperebutkan oleh minimal 2 peminat.

Yah, pelajaran berharga juga bagi saya. Buatlah hitam di atas putih pada saat janji tersebut diucapkan, karena kalau tidak ada bukti sah, sulit untuk memenangkan sebuah perkara rumah di kantor polisi.

 

 

Catatan Penulis : Di RRC, apabila ada perkara yang tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, memang langsung dibawa ke kantor polisi untuk diselesaikan secara hukum yang berlaku.


Tag: kota utara, RRC, homeless, pengalaman, kontrak

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

le renard 0 0
sepertinya menarik kalau ada gambar situasi pemukiman mahasiswa disana ; ))
XHL 0 0
le renard
First things first, gue mau masukin gambar profil kog susah yah?

Lalu, gambar situasi pemukiman mahasiswa di sini? Jah, nanti ketauan kandang gue di mana... ; ))
le renard 0 0
XHL: susahnya bagaimana? mungkin perlu diresize? ukuran file terlalu besar? ya jangan kandang lo, kandang yang lain dong ; ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat