Becakku sayang, becakku malang 10

Senin, 14 Sep '09 23:43

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Malam ini saya kedatangan seorang pengemudi becak. Dia berkeluh kesah tentang banyak hal terkait dengan nasibnya sebagai pengemudi becak. Mulai dari semakin susahnya tarikan, semakin banyaknya moda transportasi bermotor, hingga kebijakan-kebijakan yang semakin menyudutkan profesi becak. Seperti dibangunnya jalur lambat menjadi jalur pedestrian, direbutnya jalur lambat untuk parkir kendaraan bermotor, rambu-rambu larangan bagi pengemudi becak yang terpasang di sana-sini, dan masih banyak lagi kebijakan yang menyudutkan profesi becak.

Padahal, menurut dia, becak sebenarnya adalah alternatif pekerjaan terakhir bagi orang-orang yang tidak memiliki modal dan tidak memiliki keahlian. Becak juga sebenarnya masih banyak dinikmati oleh turis manca negara, pedagang-pedagang pasar, dan penduduk yang hendak melakukan perjalanan santai atau jarak dekat.Akan tetapi mengapa mau lewat jalan saja kok susah.

Di Kota solo sendiri, menurutnya, jumlah becak lebih dari 7000 buah. Jika penghapusan becak secara perlahan ini terus berjalan maka lebih dari 3500 orang akan kehilangan pekerjaannya. Dia menghitung dengan asumsi perbandingan 50% warga asli Solo, dan 50% warga boro. Padahal, menurut dia, setiap pengemudi becak menanggung keluarga. Maka bagaimana dengan nasib keluarganya tersebut? Dia kebingungan kemana hendak mencari solusi pemecahan masalah tersebut.

 


Tag: Becak, Solo

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Antyo Rentjoko 0 0
Penataan lalu lintas perlu. Tapi menghapus becak, untuk kasus Solo, tidak perlu. Biarkan alam yang menyeleksinya. Adakah penelitian/survei tentang regenerasi pemudi becak selama 10 tahun terakhir?
le renard 0 0
seharusnya sudah ada mas Antyo Rentjoko, becak sudah lalu lalang lebih dari 10 tahun di kota Solo bukan?
prajnamu 0 0
kok ga bisa di optimalkan saja ya? Kalau bisa jadi paket pariwisata, kenapa tidak?
blontank poer 0 0
wah, mulai masuk Hak Ekosob, nih...

menurutku, itu bukan penggusuran, namun merupakan dampak dari sebuah penataan kawasan. Andai jalur lambat tidak jadi lahan parkir kendaraan roda dua, mungkin satu sisi pun sudah cukup memberi ruang berbagi rejeki dengan tukang becak, sedang sisi yang lain untuk citywalk.

repot memang, membuat kebijakan yang bisa memuaskan semua pihak... dan hampir mustahil.
mawi wijna 0 0
Melihat dari jaman yang makin modern ini, jelas becak kalah saing dengan moda transportasi lain. Tapi karena becak adalah bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia, khususnya warga Solo, keberadaan Becak harus dilestarikan. Mestinya ada suatu kawasan khusus, dimana disana hanya becak saja yang boleh beroperasi.
setyo 0 0
@ Antyo dan renard: ada mas. Bahkan kalo kita lihat, sudah terdapat becak sejak jaman belanda (awal abad 20an). Bisa dilihat dalam beberapa foto kuno tentang solo, Kajian tentang becak pernah dilakukan oleh teman-teman fisip..

prajnamu: Pernah kami usulkan pada tahun 2003-2004, tapi tindaklanjutnya tidak jelas

@ Kang B: Yang penting non-diskriminatif, priority, and citizenship dalam melakukan pembangunan kota. hehehehe

@ Mawi: Akan coba kami diskusikan dengan pengambil kebijakan. hehehehe
le renard 0 0
setyo: sayang kalau becak sampai harus sampai harus dihilangkan dengan cara seperti itu. btw, gunakan lambang panah melingkar di kolom komentar lawan bicara, fitur tersebut untuk membalas ucapan lawan bicara tanpa perlu mengetik ulang nama pena-nya ; )
setyo 0 0
le renard: sepakat mas. terima kasih atas sarannya. : )
le renard 0 0
setyo: sama-sama mas, ada kabar terakhir dari isu ini?
setyo 0 0
le renard: saya baru saja mengontak kepala dinas perhubungan Kota Surakarta, jawabannya jika ada permasalahaan-permasalahan seperti itu mohon dikomunikasikan dengan beliau agar penangannya bisa komprehensif.

Silahkan login untuk memberikan pendapat