Praktis dengan Kartu Tol Elektronik 14
Selasa, 15 Sep '09 15:55
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Bekerja di Jakarta, tapi tinggal di Tangerang, membuat saya terpaksa memanfaatkan jalan tol setiap hari. Maklum, jalan alternatif dan arteri macet setiap pagi.
Konsekuensinya, saya mesti menyiapkan anggaran tambahan. Setiap pagi, saya mengeluarkan Rp 11.000 untuk membayar tarif jalan tol Sedyatmo menuju Jakarta.
Anggaran sebesar itu sebetulnya tak terlalu masalah buat saya, mengingat ada bantuan ongkos transportasi dari tempat saya bekerja. Yang kadang jadi masalah justru bagaimana menyiapkan uang receh untuk bayar tol.
Kadang saya mempunyai persediaan cukup uang receh. Tapi sering kali tidak. Akibatnya, saya terkadang membayar tarif jalan tol dengan pecahan besar, Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu. Petugas di pintu tol terpaksa membutuhkan waktu cukup lama untuk menghitung uang kembalian. Transaksi di pintu tol molor, dan lalu lintas tersendat. Tidak efektif, buang waktu.
Mengembalikan uang receh ternyata persoalan besar bagi operator jalan tol. PT Jasa Marga membutuhkan Rp 600 juta uang receh setiap hari untuk membayar kembalian pengguna jasa jalan tol di daerah Jakarta dan sekitarnya.
Pernah suatu saat terjadi kelangkaan uang receh. Jasa Marga terpaksa menutup beberapa pintu tol. Dan akibatnya terjadilah antrean panjang di tengah terik yang memanggang. Saya merasa masalah itu akan muncul lagi suatu saat kelak jika tak ada langkah terobosan dalam sistem pembayaran jalan tol.
Siang tadi, saya baru sadar, Jasa Marga ternyata telah membuat sebuah solusi pembayaran tol dengan kartu elektronik. Namanya e-toll card. Proyek ini hasil kerja sama dengan sebuah bank pelat merah.
Saya jadi penasaran ingin mencoba kartu tol itu. Kebetulan tadi ada seorang wiraniaga yang menjajakan kartu itu di pintu tol Cengkareng, arah Jakarta. Saya langsung membelinya. Harga kartu perdana Rp 50 ribu.
Begitu saya buka bungkusnya, kartu itu ternyata langsung bisa saya pakai transaksi di pintu tol berikutnya, Pluit. Kartu yang juga berfungsi sebagai kartu prabayar itu langsung didebet senilai tarif tol yang saya lewati.
Wah, keren juga, batin saya. Apalagi kartu itu bisa diisi ulang (top up) hingga jumlah maksimum Rp 1 juta. Tempat pengisian ulangnya bisa di bank yang mengeluarkan kartu itu atau di minimarket Indomaret. Eh, kartu itu juga bisa untuk membeli bensin di SPBU yang tanda memasang tertentu, yaitu logo bank pemerintah itu.
Saya pikir, solusi dengan e-toll card ini satu langkah yang penting dan layak dicoba para pengguna jalan tol di Jakarta. Selain praktis, kartu ini multi guna. Kalau saya menggunakan kartu tol elektronik ini, transaksi di pintu tol jadi lancar. Lalu lintas pun tak perlu antre lagi. Saya berarti memberikan kontribusi positif di jalan raya.
Bagaimana kalau semua pengguna jalan tol memakai kartu seperti ini?
Tag: sarana, jalan, tol, e-toll, kartu, macet, solusi, layanan
Pantau
Terkait:
-
Keberadaan kran air siap minum yang belum termanfaatkan
Minggu, 4 Okt '09 00:23 -
Kapan KRL Jabotabek Profesional?
Selasa, 29 Sep '09 05:57 -
Naik Trans Jogja
Sabtu, 26 Sep '09 11:22

Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Kayak di sini? Di sini bahkan taksi aja bisa mbayar pakai kartu, cuma ndak semua taksi bisa bayar pakai kartu. Kalau pun bisa, belum tentu supir taksinya mau...
Tetapi menarik juga sih, terobosan bagus ini menurut saya, apalagi kalau bisa dikembangkan menjadi kartu transportasi umum yang bisa dipakai untuk bus dan MRT, kalau perlu taksi sekalian...
Evolusinya kalo pelan pelan dari bayar duit cash, jadi pake tiket, terusberevolusi jadi tiket yg bisa dipakai di macem-macem transportasi (jadi beli tiketnya satu, tapi bisa langsung dipake baik di kereta, bus, angkot atau taksi), baru ganti ke kartu serba bisa ini.
XHL: di jakarta juga udah ada lho taksi yang bisa bayar dengan gesek (debit/cc), jadi udah ga ketinggalan deh sama negara lain
le renard: RFID sebenernya juga sudah mulai dipake di bnrp merchant dengan sistem pay as you go, tapi memang belum populer... rata2 boutique mall di jakarta, merchantnya sudah pake pay-as-you-go, saya udah coba, asyik juga bayarnya, tinggal dadah2 dari jauh udah terbayar barang belanjaan saya
Err, kalau kita di sini sistemnya nggak kartu debit pak de (biarin ditimpuk juga, saya emang niat ngeledek!
Resmi : bus, subway, beberapa perusahaan taksi. Non-Resmi : Bajaj (sini juga ada loh
*puas yah ngeledek*
Puwas? Sifat dasar manusia itu ndak pernah puwas, pak de...
Kertu mahasiswa itu apaan, pak de? Maklum, saya angkatan baru yang ndak mencicipi masa mahasiswa di tanah air...
Silahkan login untuk memberikan pendapat