Layanan dan kesadaran publik masih kurang ? 6

Senin, 28 Sep '09 17:01

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

(...Terpaksa harus pulang dadakan, meninggalkan anak istri di tempat mertua...)

AlhamdulilLah sampai juga di Jogja tadi pagi jam 6 kurang, turun di Terminal Giwangan, Yogyakarta, rencana mau Taksi ke rumah karena tas yang dibawa lumayan banyak, tapi gara-gara muahal (nggak pake argo), saya beralih ke Ojek, walaupun agak terganggu dengan jatuhnya kaca spion motornya bapak ojek (dikira knalpotnya yang jatuh...), sampe juga di rumah kontrakan tercinta.

Walaupun sudah sampai di rumah, masih aja rasa dongkol sama kru bus ****** nggak bisa dilepasin dari OtakHati.

Berangkat jam 16:30 dari Bogor, padahal di jadwal, bis harusnya berangkat jam 14:00, telat 2,5 jam (dalam hati: ini sih bukan telat, tapi ganti jadwal!). Saya tanya petugas, katanya bis dalam perbaikan -- OMG...bisa selamat nggak nih sampe jogja?

Akhirnya bis ke jogja dateng juga, saya taruh tas-tas saya di tempat yang cukup aman, masih dongkol dengan keterlambatan nih bis, tiba-tiba salah seorang kru bis, menyalakan VCD Dangdut dengan suara yang sangat kencang, saya yang duduk merapihkan tas langsung berdiri dan menegur kru bis tersebut agar mengecilkan suaranya, tapi rupanya saya tidak disambut baik dengan kru lainnya, ada yang melihat saya dengan mata melotot, saya pelototin lagi (sama-sama punya mata), dan bukannya dikecilkan suaranya, semua kru bis langsung keluar dengan santainya, piye toh ki ? sambil ngelus dada (istighfar 3x), akhirnya saya ber-inisiatif untuk mengecilkan suaranya.

Saya menoleh ke belakang, kenapa semua penumpang terdiam, ada keluarga yang membawa anak kecil pun terdiam, apakah mereka tidak berani untuk menegur kru bis yang tidak sopan tersebut, padahal mereka duduk di belakang saya, dan speakernya pun berdekatan dengan mereka atau mereka memang tidak perduli atau mungkin pasrah ?

Di dalam perjalanan, kru bis yang menyebalkan itu pun berulah lagi dengan merokok di bagian depan, walaupun jendela terbuka, tapi kan kasihan penumpang yang dibelakangnya, tapi untungnya penumpang itu berani menegur kru tersebut untuk pindah ke tempat smoking area di bagian belakang bis, achh...ternyata saya tidak sendiri :)

Mudah-mudahan bisa dijadikan pelajaran.


Tag: BIS, tegur, layanan, publik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

ndableg 1 suka | 0
[.. ada yang melihat saya dengan mata melotot, saya pelototin lagi (sama-sama punya mata) ..]

tak tambahi yah: 'lu jual, gua beli!' : D
prajnamu 0 0
Memang perlu ini... perlu dilaporin ke pulisi... : D
Klanjabrik 0 0
ndableg, @prajinamu lucunya, setelah kru bis itu disuruh ke smoking area, kebetulan mulut saya juga asem, jadilah kami berdua duduk satu bangku (ngebul bareng...), ternyata kru bis itu termasuk generasi pertama kru armada bis tersebut, dia dipanggil "mbah"

Setelah percakapan di smoking-area itu, saya sedikit lebih faham tentang sifatnya yang membuat jengkel tersebut...
cuekbebek 0 0
wah, mas...jadi inget pengalaman kemarin. ceritanya kami serombongan mau naik bis Pangandaran - Depok yang terakhir malam itu. sejam sebelumnya kami sudah sampai di pool bis, tapi oleh petugas loket diinformasikan bahwa bis belum tentu berangkat karena sopirnya ngantuk! blah! sementara calon penumpang jurusan Depok sudah berjubel di sana. waktu salah seorang teman saya bertanya ke seorang kenek cuma dapat jawaban, "mending naik jurusan lain daripada celaka maksa orang yang males nyetir."

singkat cerita, kami naik bis Pangandaran - Bekasi. sedang calon penumpang lain saya lihat ada yang mengambil bis jurusan Tangerang dan Bandung.

entah dimana tanggung jawab dan profesionalitas si sopir terhadap tugasnya. apa kalau begitu pihak pengelola tak memiliki sopir cadangan atau berhak memaksa si sopir tetap menjalankan armadanya? padahal saat itu perjalanan relatif lancar tanpa kemacetan yang berarti seperti banyak dugaan orang.
le renard 0 0
bis begini, kereta api begitu, lantas moda transportasi umum apa yang paling baik? ini belum bicara kaitan transportasi umum dengan pariwisata lho ya : D
cuekbebek 0 0
apapun transportasinya masih berlaku aturan 'ada harga ada kualitas' : p

Silahkan login untuk memberikan pendapat