Polisi Tidur Memang Gebleg! 26

Kamis, 1 Okt '09 11:37

Dulu, kalo sayah naik brompit bisa nyanyi-nyanyi sambil siul-siul sampe puas. Jalanan lancar jaya dengan kondisi ramai lancar. Sekarang, lagu yang saya nyanyikan selama di perjalanan naik brompit, mesti saya selingi dengan misoh-misoh dan sumpah serapah. Tentu nggak nyaman. Lagu yang saya nyanyiin jadi ancur-ancuran.
"Macet memang gebleg!"
Dan satu lagi yang mau saya bahas di sini, "Polisi tidur memang gebleg!"
Polisi, sudah bangunnya bikin dongkol, eh tidurnya juga bikin susah. Bikin orang misoh-misoh.

Polisi tidur, sering ketemu kan? Sayah nggak tau sejarah dan asal muasalnya polisi tidur bagaimana, Tapi yang jelas benda bengsek itu dibikin biar pengendara brompit nggak kebut-kebutan di jalan. Terutama jalan-jalan kecil yang terdapat banyak anak kecil lagi main kesana kemari. Dulu saya setuju banget sama latar belakang ide pembikinan polisi tidur ini. Tapi sejak polisi tidur ini:

  • bentuknya tambah curam
  • dibuat terlalu sering dengan interval jarak yang pendek
  • nggak dikasih tanda (dicat dengan warna mencolok atau bentuk zebra cross) sebagai pembeda dengan jalan datar

sayah jadi parno banget sama yang namanya polisi tidur ini. Tiap ketemu pasti misoh. Capek banget sih misoh-misoh melulu, habis mau gimana lagi?

Glossary:
brompit= sepeda motor
misoh-misoh= mengeluarkan seluruh habitat binatang dari dalam mulut untuk disemburkan dalam muntahan kata2 ke obyek yang bersangkutan


Tag: sarana, sarana publik, polisi tidur, brompit

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

le renard 0 0
lha iki! Jogja saiki berubah gelarnya dari kota sepeda dan kota belajar jadi kota Polisi Tidur : |
ndableg 0 0
le renard: walah, polisi tidur sudah ekspan secara membabi buta sampe ke jogja toh..?

*nepok jidat*
le renard 0 0
ndableg: selokan mataram kae per 10 meter ono polisi tidur yak'e, kampus UGM kae, ketoke nek ra ono polisi tidur ki saiki ra marem po yo?
Klanjabrik 0 0
[...nggak dikasih tanda (dicat dengan warna mencolok atau bentuk zebra cross) sebagai pembeda dengan jalan datar ...]
jadi inget pernah naik motor ngebut (mau ngambil foto-copy-an) malam-malam di daerah Pogung, Jogja. Nggak ngerti kalau disitu ada polisi-tidur baru, karena nggak dikasih tanda, motor saya sempet oleng, untung nggak jatuh...

le renard:
di jalan daerah pasar banteng, juga banyak polisi-tidur yang rawan, cuman beberapa hari kemudian, polisi-tidur tersebut diratakan kembali, mungkin sebelumnya masyarakat sekitar bermaksud baik agar pengguna jalan yang bermotor tidak kebut-kebutan, tapi kok malah menyusahkan : D
le renard 0 0
Klanjabrik: lha polisi tidur kalau penerangan jalan kan bisa kelihatan, bayangkan lagi enak-enak 'mbonceng dambaan hati misalnya, ada 'polisi tidur' trus gedandapan malah nyemplung kali sisan di selokan Mataram itu : D
Klanjabrik 0 0
le renard: gyahaha...sepakat mas...
Klanjabrik 0 0
[...Capek banget sih misoh-misoh melulu...] nek misoh-misoh karo polisi-tidur kurang manteb, mending karo sing lg tangi wae...hehehe...
asalcomot 0 0
saya pernah ketemu polisi tidur tapi yang cembung bukan cekung cuma saya lupa dimana. nanti kalo ketemu lagi saya poto deh
Yudiantoro 0 0
eh sebenernya polisi tidur itu diatur sama peraturan, keknya PP, tapi saya ya koq lupa PP yang mana, diatur spesifik lho, mengenai jarak antar polisi tidur, ketinggian dan kecuraman polisi tidur, marka polisi tidur (warna belang2 itu lho), dan boleh dibuat di kelas jalan mana saja, sana keliyan googling peraturannya, saya lagi males : D

*turu meneh*
Wongiseng 0 0
Yudiantoro: Adanya keputusan menteri kang :
http://www.hubdat…lan/download

Udah lumayan uzur peraturannya, tauk masih berlaku apa ngga. Liat pasal 4-7. Disitu polisi tidur namanya "Alat Pembatas Kecepatan".

Boleh ada di jalan pemukiman atau kelas III C. Maksimum bagian menonjol 12 cm, minimum lebar 15 cm, bentuk trapesium, kelandaian katanya 15%(? kok persen mestinya derajat kali, tapi di dokumennya gitu)
cuekbebek 0 0
weh...repot juga ya kalo harus ukur2 sesuai peraturan.
mending polisi tidur dibikin dan dijual per modul, mirip beton pembatas trotoar maksud saya, jadi kan rapi seperti pada poto di artikel ini. biar ada keseragaman ukuran dan bentuk gituh. selanjutnya tinggal dipasang berjarak menurut aturan yang berlaku deh.
ndableg 0 0
Wongiseng: jarak antar polisi tidur berapa om di peraturan situ..?
Wongiseng 0 0
ndableg: Kayanya ndak ada mas Ndableg, ketemunya cuman pasal 4 ayat 3. Lokasi dan pengulangan alat pembatasan kecepatan disesuaikan dengan hasil manajemen dan rekayasa lalu lintas. Ngoten jarenipun.

Coba situ download dan baca : p Saya ndak nemu, adanya cuman lampiran diagram penampang polisi tidur di akhir dokumen, sama pasal-pasal tadi (dari pasal 3 sampe 7).
prajnamu 0 0
Saya pernah mendengarkan siaran radio yang menampilkan pembicara dari para polisi. Dalam perbincangan itu ada informasi, bahwa ketinggian polisi tidur itu dalam aturan, tidak boleh lebih dari 5 cm. Tapi sayang, aturan yang mana tidak disebutkan. Kayaknya beda ya dengan yang disebut Wongiseng: di atas?
Wongiseng 0 0
prajnamu: Barangkali sudah ada aturan baru : ) Itu aturan sudah uzur mas, tapi dari bagan yg dilampirkan memang begitu, 12 cm katanya tinggi maximum, tapi kiri kanan trapesium penampang harus landai, 15 derajat..
Ibnu Muslim 0 0
misoh-misoh=sumpah serapah toh : )
ndableg 0 0
Ibnu Muslim: anda benar... : D
Gusmuh 0 0
yang saya masih bingung, istilah "Polisi Tidur" ini siapa yang mempopulerkan pertama kali.... Setahu sy pernah polisi marah-marah dan misoh-misoh juga di majalah tempo.....
viper 0 0
djogja gak sberapa bnyk poldurnya. bgitu jg dbandung, semarang, dll. yang juara adalah dpinggiran jakarta. pernah saya hitung, di sbuah perumahan menengah di daerah cipondoh tangerang, ada 26 poldur sekali jalan ke arah rumah sodara saya. itu belum mentok sampe ujung perumahan. itu belum termasuk daerah luar perumahan. gmana, puas? di daerah ciputat tangsel banyak jg. udah jalannya jelek, banyak poldur pula.

setahu saya, orang bikin poldur untuk menghambat laju kendaraan (khususnya motor dg suara KOANG..! KOANG..!) untuk menghindari kecelakaan, mengurangi suara bising dan mengurangi efek jalan berdebu. intinya, supaya orang tidak ngebut, khususnya di pemukiman. tapi lama2 kok saya sering memperhatikan, banyak jg orang yg bikin poldur untuk urusan bisnis ya. contohnya, di depan toko, warung atau tempat usaha yg notabene poldur itu gak penting, kok dbikin jg ya. padahal jalannya bs dbilang jalan cukup besar. mungkin supaya kendaraan yg lewat disitu melambat dan papan nama toko itu terlihat lebih jelas ya. kl udah bgini, gmana ya..

huh, poldur emang sering bikin pusing..
le renard 0 0
viper: ah banyak kok dan gak standar 'gundukan'-nya : |
Antyo Rentjoko 0 0
Beberapa kota, termsuk Bandung, sudah mengatur polisi tidur (=melarang) dan portal. Tapi secara sosial, untuk polisi tidur, warga beralasan para pengendara motor/mobil tidak bisa diajak dewasa ketika melewati jalan yang mulus.

Secara pribadi saya nggaks setuju polisi tidur, tapi tetangga cenderung suka. Suatu kali seorang kolonel membangun beberapa polisi tidur, tak hanya yang di depan rumahnya. Bentuknya "terjal". Korban pertama adalah mobil-mobil dia. : ))

Di kompek saya, ada blok yang penghuninya bersedan. Tapi mereka membangun polisi tidur yang terjal. Aneh juga.

Poldur adalah potret ketidakdewasaan kita dalam kehidupan sosial.
le renard 0 0
berarti tulisan pakai cat semprot 'ngebut benjut, nabrak ajar!' juga sudah diacuhkan ya mas Antyo Rentjoko? ; ))
Wongiseng 0 0
Disini pembatas kecepatannya lebih berupa jalan yang naik sekitar 10 senti dan satu atau dua meter kemudian turun lagi. Jadi ndak bisa dibilang polisi tidur karena terlalu lebar dan kurus polisinya, cuman seperti jalan naik turun sedikit.
syaifuddin 0 0
coba sesekali lewat di kawasan pinang ranti jaktim. polisi tidurnya bukan cuma satu, tapi rombongan dalam satu rangkaian. jadi kalo kita lewati, serasa naik jetcoaster. menyebalkan dan gak punya etika tuh mbangunnya.
ndableg 0 0
syaifuddin: manstabb kalo gitu...

sampeyan misoh-nya nggak abis2 dong
syaifuddin 0 0
ndableg: nanti kalo lewat sana lagi saya foto itu polisi yang lagi 'rebahan'.

Silahkan login untuk memberikan pendapat