Aneh, Kok Telkomsel Flash Mau2nya Nyulasi Pelanggannya 14

Sabtu, 3 Okt '09 09:59

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Sejak Januari 2009 saya berlangganan Telkomsel Flash modem di Grapari Telkomsel Yogyakarta dengan memakai kartu hallo. Karena paket "Unlimited" (katanya) sudah tak ada sejak November 2008, maka dua bulan pertama saya mengambil paket "500 MB" dengan membayar tagihan 250 ribu setiap bulan.

Namun, saya harus membayar 650 ribu karena kelebihan kuota pemakaian. Saya pun mutasi ke paket "3 GB" dengan membayar tagihan Rp 581.050 ribu setiap bulan (sudah termasuk cicilan modem dan pajak).

Hingga Juli, tagihan bulanan masih "normal". Namun tidak untuk bulan Agustus. Tagihan melonjak menjadi-ang ing eng-Rp 1.080.000. Setelah saya konfirmasi di Gerai Telkomsel Taman Siswa Yogyakarta pada 11 September 2009, custumer service bilang ada kelebihan pemakaian dari jatah kuota (3 GB).

Hah? Ini membingungkan lantaran sistem rekam-pakai yang ada di modem itu menunjukkan bahwa dari tengahan bulan Juli hingga 11 September, pemakaian saya masih sekira 2.5 GB. Artinya, mulai 1 hingga 31 Agustus saya memakai hanya setengah dari jatah kuota (sebagaimana sebelum-belumnya). Lalu dari mana dapatnya catatan kelebihan itu?

Jawaban-jawaban dari Telkomsel berpusing-pusing seperti komidi putar-kalau tidak dibilang ini usaha "kreatif" menjajal "kebodoh-awaman" pelanggan. Awalnya bilang bahwa saya mengubah sistem. Saya bilang, setting dari awal tak pernah diubah apa-apa. Sudah dari sono-nya.

Tak manjur menekan saya di situ, saya diberi penjelasan yang menurut saya "membodohi" setelah mereka memeriksa "log" rekam-pakai modem saya. Katanya: "Pemakaian Anda dari 1 hingga 11 September (sebagaimana tertera dalam "log" pemakaian) ya sudah 2.4 GB."

Saya langsung mendebatnya sengit, bagaimana bisa demikian. Lha, di "Log" pemakaian itu ada tanggal dan jumlah pemakaiannya (dari 19 Juli hingga 11 September).
Karena tiada kata sepakat akhirnya Telkomsel membuatkan surat pengaduan dan mereka memproses klaim tagihan itu yang juga tidak berakhir baik.

Pihak Telkomsel ngotot bahwa pemakaian saya sudah melebihi kuota 3 GB. Tapi saya diculasi atas keterangan begini. Saya pun berpayah-payah menghitung secara manual daftar tagihan yang diberikan Telkomsel. Dan aduhai, pemakaian saya cuma 1,944,052 KB atau 1.95 GB.

Ya ampun, jatah kuota saya yang 3 GB rupanya telah disunat secara sepihak oleh Telkomsel tanpa memberitahu pelanggannya terlebih dahulu. Sudah begitu saya disuruh membayar Rp 450 ribu. Ajaib.

Dan kini koneksi Telkomsel Flash saya pun sudah dinonaktifkan sejak 24 September lantaran "ngemplang" bayar tagihan bulan Agustus.

Sebagai pelanggan, diulur-ulurnya penyelesaian itu adalah "jebakan" baru. Sebab jatah kuota itu dipakai atau tidak dipakai saya harus tetap membayar tagihan sebesar Rp 580.000. Di sini, allamak, sudah mendapatkan "jebakan" tagihan yang mahal karena menyunat secara sepihak kuota pemakaian, pelanggan kembali "dijebak" membayar tagihan walau ia tak menggunakan hak pemakaian semestinya yang ia dapatkan.

Sebagai warga negara RO (Republik Online), saya menyarankan kepada warga RO yang lain agar hati-hati dengan jebakan-jebakan penyedia internet seperti Telkomsel Flash ini.

 


Tag: internet, telkomsel, layanan, Teknologi Informasi, 3G, kuota, telkomsel flash

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

cuekbebek 0 0
kok yo bisa tahan diculasi berbulan-bulan begitu? salut!
sawung 0 0
telkomsel flash sudahn jadi musuh bersama sekrang. gara-gara potong kuota seenaknya
le renard 0 0
berarti kang Gusmuh ini termasuk sabar, atau mungkin karena tak punya pilihan lain ya cuekbebek? ; ))
Gusmuh 0 0
@Le renard: Sy memang kagak ada pilihan karena tempat sy semedi itu di kaki bukit kuburan mbantulllll.... tapi awal2 oke2 aja, walau muahalllll gara2 unlimited sudah dinyatakan tutup untuk jateng dan jogja sejak november 2008 (entah benar apa tidak, hanya org2 telkomsel dan gusti allah yg tahu)... Tapi Agustus kok blegedek....
le renard 0 0
btw kang Gusmuh, bisa menggunakan lambang panah melingkar untuk membalas komentar lawan bicaratanpa perlu mengetik ulang namanya. btw telkomsel kok nyaingin bajaj ya? ; )
Gusmuh 0 0
le renard: Gini ya bro.... sori sy nggak ta hu.
cuekbebek 0 0
Gusmuh: kalo di bantul, kenapa ga nyoba IM2 broom ajah? saya coba pakai di sana baik2 tu prilakunya. : p
le renard 0 0
Gusmuh: yoi kang ; )
grenx 0 0
wahhhhhh
harus ati2 klo mau pilih operator
ndableg 0 0
asyik, dapet tempat buat misoh2 lagi:

*telkomsel memang gebleg!!*

: D
prajnamu 0 0
Gusmuh: Saya milih yang pasca bayar, flat, tidak naik turun. SOalnya kalau berbasis durasi atau quota, suka bikin repot penghitungannya.

COba periksa pak, login untuk Quota sama yang berbasis Durasi kan beda tuh? Kalau sampai langganan quota tapi login pake akun berbasis waktu, bisa bengkak itu...
Gusmuh 0 0
ndableg: Sudah dia pangkas jadi 2 GB, eh disuruh bayar lagi 500-an ribu karena katanya saya sudah makai 3 GB. Bukan cuma ndableg, tapi tai babi benar tuh... Kalau motong kuota sepihak, potonglah (*walau ngamuk dikit), tapi dia suruh bayar setengah juta.....
Gusmuh 0 0
prajnamu: Pihak Telkomsel udah meriksa, nggak ada soal. Saya tetap kosekuen dan loyal mengklik volume based.... Dia udah ngakuin itu. Yg nggak diakui oleh mereka adalah bahwa kuota saya udah dipangkas 2 GB. Hitungan mereka dalam surat tagihan yang saya itung ulang secara manual dan hitungan "conection log" menunjukkan bahwa sy makai itu belum nyampe 2 GB.....
prajnamu 0 0
Gusmuh: Kalau gitu, bener kang ndableg kayaknya... : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat