Pencanangan Monumen Batik di Kota Jogja 8
Senin, 5 Okt '09 10:40
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Indonesia boleh bangga dan gembira, sebab batik Indonesia secara resmi diakui oleh UNESCO sebagai salah satu dari 76 warisan budaya tak benda (Intangible Cultural Heritage). Kebanggaan dan kegembiraan itu diapresiasikan dengan berbagai cara oleh masyarakat kita. Salah satunya adalah munculnya himbauan untuk mengenakan busana batik pada tanggal 1-3 Oktober. Karena itu jangan heran apabila akhir-akhir ini populasi busana batik meningkat di jalan-jalan perkotaan.
Beda kota, beda pula ceritanya. Di Kota Semarang misalnya, seperti yang dituturkan oleh harian Kompas (02/10/2009), Duta Wisata Kota Semarang melakukan kampanye peragaan busana batik di Simpang Tugu Muda. Kota Solo menggelar acara bertajuk Batik The Spirit of Solo. Salah satu rangkaian acaranya adalah peragaan busana batik di sepanjang jalan dari depan Solo Grand Mall hingga Ndalem Wuryaningratan. Kota Jogja pun tak mau ketinggalan. Di perempatan nol kilometer Kota Jogja, Walikota Kota Jogja, Pak Herry Zudianto mencanangkan Monumen Batik.
Ada banyak elemen masyarakat dari Kota Jogja yang memeriahkan acara ini. Sebut saja komunitas Podjok (Paguyuban Onthel Kota Jogja), Bike2Work, Kebaya (Keluarga Besar Waria Yogyakarta), Siswa-Siswi Sekolah, dan Keroncong Kecamatan Keraton. Pada kesempatan ini Pak Herry Zudianto membuka selubung papan motif batik Semen Rama sebagai tanda Pencanangan Monumen Batik. Setelah sebelumnya beliau menerima penghargaan dari Ibu Larasati Suliantoro, Ketua Umum Paguyuban Pencinta Batik Indonesia Sekar Jagat. Dengan adanya monumen batik ini diharapkan Kota Jogja dapat menjadi pusat keunggulan dari filosofis batik.
Tag: budaya, sepeda, jogja, batik, unesco
Pantau
Terkait:
-
Kejutan di Ultahnya Pak Walikota Jogja
Kamis, 1 Apr '10 11:20 -
HUT jogja
Rabu, 7 Okt '09 11:01 -
Mari Dukung KOMODO sebagai 7 Keajaiban Dunia
Rabu, 31 Mar '10 20:10
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
iya nih mas prajnamu biar ndak jadi euforia sesaat kayaknya kita harus membiasakan diri pakai batik. Ah, nanti saya nyari kemeja batik ah, habisnya pakaian batik yg saya punya lebih pantes buat kondangan je.
Nah, jadi yang bisa dimaksimalkan itu yang kedua. Dan setau saya belum ada T-Shirt yang bahannya dari batik.
kenapa ga bikin batik?
mungkin mas mawi wijna bisa mulai dengan bikin t-shirt batik.
Bikin kain batiknya itu yang perlu proses yang cukup rumit bu cuekbebek. Sedangkan T-Shirt kan biasa pakai kain katun. Produksinya pun mayoritas disablon. Nah kalau seandainya mau buat T-Shirt batik ndak bisa seperti itu. Paling banter ya T-Shirt "bermotif" batik.
Silahkan login untuk memberikan pendapat