Hidangan Istimewa Kampung (HIK) yang Istimewa 6
Rabu, 7 Okt '09 18:47
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Adalah Pak Paimin. Seorang bapak dengan 6 orang anak dan 9 cucu. Menjajakan Hik pikul sejak usia 19 tahun. Menjadi penjual Hik keliling sejak tahun 1969. Setiap hari mengelilingi bagian utara Kota Solo. Satu-satunya penjual Hik pikul yang masih bertahan hingga saat ini. Tak mau berpindah ke gerobak, seperti yang dilakukan banyak orang saat ini (baik di Kota Solo, maupun di seantero nusantara), karena tak mau terbatas ruang gerak bisnisnya.
40 tahun beliau menjajakan dagangannya dengan rute yang hampir sama setiap harinya. Sejak jalan masih berupa jalanan setapak, hingga kini jalanan yang beliau lalui sudah beraspal dan berbeton. Sejak masih jarang rumah di kampung-kampung yang dilewati, hingga kini sudah berjubel-jubel.
Setiap sore, sehabis bekerja sebagai petani di wilayah Sragen, beliau berangkat menjajakan dagangannya. Keluar masuk kampung mencari rejeki. Pulang ke rumah sudah di ambang pagi. Namun hampir setiap jam 10 malam akan berada di depan sebuah pabrik plastik di wilayah Cengklik Kadipiro Solo. Beliau tidak tahu, sampai kapan akan menjalani profesinya itu. Karena sebagai petani saja tidaklah cukup untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.
Terkait:
-
Karnaval Akulturasi Cina-Jawa
Minggu, 30 Jan '11 18:37 -
Mendamba Kereta Api Manusiawi
Jumat, 11 Des '09 09:22 -
Becakku sayang, becakku malang
Senin, 14 Sep '09 23:43
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
le renard: Kayaknya hampir sama deh mas. tapi ya tetep beda ya mas namanya. Hik dan angkringan...
Silahkan login untuk memberikan pendapat