Gardu PLN Rusak, Negara Rugi Rp 500 Miliar 1
Senin, 12 Okt '09 11:28
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Seperti kita maklumi bersama, beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 29 September 2009, gardu listrik PLN di cawang-jakarta timur, meledak dan hangus terbakar, kini rusak berat pada gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) cawang baru. Dua hari sebelumnya juga kejadian pada flash over Inter bas travo (IBT) I Kembangan, jakarta barat yang mengubah tegangan 500 kV ke 150 kV terbakar hebat.
Dampaknya jelas adanya pemadaman secara bergilir, yang rencananya hingga bulan desember nantinya. Negara jelas-jelas rugi besar akibat kejadian ini, dan di taksir sebesar RP 500 Miliar kerugian di tanggung oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara).
Rakyat kebanyakan ada 200.000 pelanggan yang menerima dampak gangguan ini, pasokan listrik terhambat, bisnis terganggu dan PLN sendiri berjanji akan memberi potongan 10 % dari biaya beban.
Saat ini terjadi pengurangan pasokan listrik sebesar 500 MW dan berakibat terganggunya subsistem di wilayah : cawang baru, cipinang, pulomas, gambir, manggarai, durentiga, mampang, abadi guna papan, danayasa, karet lama dan taman rasuna.
Kebutuhan listrik untuk wilayah jakarta dan tanggerang dan sekitarnya adalah 5.200 megawatt pada siang hari dan 4.600 megawatt pada malam hari. Pemerintah harus segera memperbaiki jaringan yang rusak ini agar tidak merugikan masyarakat luas akan kebutuhan listrik mereka.
Tag: jakarta, negara, rusak, PLN, pemerintah, listrik, rakyat, masyarakat, gardu, meledak, Cawang, pemadaman, terbakar, rugi, pasokan
Pantau
Terkait:
-
Listriknya Kok Hidup Mati
Senin, 5 Apr '10 14:36 -
Bakohumas Berperan Menurunkan Angka Pemakaian Narkoba
Rabu, 24 Feb '10 21:27 -
Keluarga Sebagai Benteng Terdepan Penangkal Bahaya Narkoba
Kamis, 14 Jan '10 16:47
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat