Stop Tontonan untuk Balita! 4

Senin, 12 Okt '09 18:52

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Jika Anda menemukan program-program video/film yang mengklaim bahwa program itu dapat meningkatkan kemampuan balita (8-16 bulan) Anda dalam berbahasa, jangan percaya! Berikut adalah kutipan dari sebuah penelitian, yang dimuat dalam Jurnal Pediatrik:

“This important study is the clearest indication yet of potential harm caused by the false and deceptive marketing of television programming and DVDs that target babies. Previous research suggests that television is not a good medium for teaching language to babies. Now we see that infants (ages 8-16 months) who watch baby videos have a slower rate of language acquisition than infants who do not. Not only is there no evidence that baby videos do any of the things the baby video industry claims they do, but these media may actually be undermining the development of the very skills they claim to foster.


“We hope that this study spurs the Federal Trade Commission to stop companies from falsely and deceptively marketing their media for babies as educational. The number one reason parents allow babies to watch television and DVDs is the mistaken belief that the programming is educational and/or good for brain development. Studies show that 40% of three-month-old babies are regularly placed in front of screens. By the age of two, 90% are watching for about an hour and a half a day.”

 

Dalam web ini disebutkan bahwa banyak sekali produk-produk yang SALAH dalam mengemas informasi mengenai video-video untuk balita.

 

  • BabyFirstTV: Language Playground programming – “Encourages children to develop language through introduction to words, signs, and languages from around the world.” (Ages 6 months to 3 years). http://www.babyfirsttv.com/categories.asp


Semoga belum banyak produk-produk beginian disini. Trend-nya pendidikan alternatif bagi anak, bahkan bagi anak usia dini, mendorong orang tua untuk mencari sumber-sumber yang lain mengenai pendidikan, di luar sekolah. Meski banyak juga sekolah-sekolah yang mulai menggarap anak usia dini, tampaknya perlu dilihat dulu, jangan-jangan mereka menerapkan metode semacam ini... (foto: blog.stayfreemagazine.org/).


Tag: pendidikan anak, literasi media, pendidikan alternatif

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

luwak 0 0
waduh, kasihan sekali malah jadi sulit berbahasa. alat yang bagus memang seharusnya nggak menjadikan si anak pasif yak.. mungkin lebih bagus cara orang2 jaman dulu, rajin2 ajak si anak bicara dan berinteraksi dengan banyak orang lain..
prajnamu 0 0
luwak: Betul. Supaya anak mampu berkomunikasi, ya harus diajak komunikasi, bukannya komunikasi sama program tivi... : D
Antyo Rentjoko 0 0
Beberapa seleb huburan bule mengharamkan TV untuk anaknya yang masih kecil -- padahal showbiz ortu dibesarkan oleh TV, tapi bukan karier masa balita. Salah satunya adalah Madonna. Di sini ada alasan pembenar, "Gimana kita bisa ngontrol? Kalo di rumah anak sama pembantu, suster, nonton tipi. Kitanya kerja." : (
prajnamu 0 0
Antyo Rentjoko: Bagian yang itu, saya melakukannya begini. waktu "rekrut" pengasuh, saya memang mencari yang nggak doyan nonton TV. Kebetulan saya dapat, dan memang perjuangannya cukup merepotkan, karena sempat gonta-ganti pengasuh. Satu lagi, tivi di rumah saya biarkan 14 inch, warnanya sudah pudar pula, yang tidak menarik blas buat ditonton, dan saya tidak letakkan di ruang keluarga. Di ruang tengah itu saya jadikan arena permainan anak, sehingga ada kegiatan lain sebagai alternatif. Mungkin agak konservatif, tapi apa boleh buat : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat