Perbaikan Busway: Sampai Kapan? Diumumkan dong... 6
Senin, 19 Okt '09 08:15
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
JAKSEL | Perbaikan busway (lajur bus khusus) di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, hanya menambah kemacetan karena bus Transjakarta keluar dari jalannya. Mestinya dipasang pengumuman macam ini, "Maaf perjalanan Anda terganggu. Sedang berlangsung pelapisan ulang busway sampai 31 Oktober 2009." Ada janji soal waktu.
Warga bukan menolak perbaikan. Warga menenanggangnya karena semua itu toh demi kebaikan. Yang selalu tak dilakukan oleh Pemprov DKI, bersama kontraktor, adalah kepastian waktu. Lihat saja pembangunan jalan kolong (underpass) dan jalan layang (flyover) yang tak pernah diumumkan jadwalnya di lapangan.
Mestinya pemprov tak hanya mengandalkan siaran pers, atau menunggu ditanya wartawan, tetapi proaktif. Ya memasang pengumuman itu di lokasi proyek.
Tapi, yah... inilah kekonyolan busway. Dia mengambil jatah jalan, sementara di beberapa koridor jumlah busnya dibiarkan tak memadai. Akibatnya cita-cita busway sebagai solusi kemacetan masih jauh panggang dari api.
Cobalah berangkat pagi, jalur di luar koridor Blok M - Kota, misalnya Kampung Melayu - Ancol, masih sepi bus. Hal sama berlaku untuk jalur Kampung Rambutan - Kampung Melayu. Pagi belum ada. Maka Warga melakukan pembangkangan sosial dengan menggunakan busway yang nganggur. Polisi diam.

Bus Transjakarta itu seharusnya di lajur kanan, tetapi karena lajur sedang diperbaiki dia mengambil lajur umum di kiri.
Saya sering meragukan keseriusan pemprov dalam soal busway. Jumlah armada tak kunjung memadai. Sementara armada yang ada sempat dijarangkan jarak keberangkatannya dengan alasan efisiensi. Dan yang namanya utang pengelola Transjakarta ke penyedia BBG masih saja terulang.
Di negeri yang ingin beres, karena pemerintahnya punya rasa malu terhadap rakyat, angkutan umum itu disubsidi supaya operatornya bisa makan dan masyarakat terlayani. Duitnya ya dari pajak rakyat. Di sini? Masih untung disediain, kok malah nuntut kayak di negeri maju. Mungkin itulah kilah klasik birokrat dan legislator.
Kenapa bisa begini, tanyakan ke "ahlinya".
Tag: busway, transjakarta, sisingamangaraja, jakarta selatan, kemacetan
Pantau
Terkait:
-
Silakan Masuk Busway, tapi Untung-untungan
Sabtu, 24 Okt '09 09:13 -
Menerobos Jalur Bus Trans Jakarta
Kamis, 12 Agu '10 10:02

Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
btw, busnya mahal bener, bang paman. satu unit harganya 1,5 miliar lho..
btw, halte busway paling "keren" dan terawat itu menurutku cuma d halte Ancol..
Silahkan login untuk memberikan pendapat