Silakan Masuk Busway, tapi Untung-untungan 9

Sabtu, 24 Okt '09 09:13

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

JAKARTA | Pemandangan biasa. Terutama pada pagi hari sebelum pukul enam. Busway di Jakarta juga dimasuki mobil dan motor. Polisi mendiamkannya. Saya pernah dengar ada yang dicegat polisi di sebuah ujung. Artinya, itu untung-untungan.

Bagi pelintas, jelas sudah persoalannya. Busway sering lengang. Sayang kalau tak dimanfaatkan karena lebih lancar. Padahal kalau biacar larangan, sudah jelas rambunya. Khusus busway. Dalam keadaan normal, Yang lain -- maksudnya non-Transjakarta, non-ambulans, non-pemadam-kebakaran, "non-VIP" -- tidak boleh masuk. Tidak boleh. Pukul berapa pun.

Ayo, masuk busway di Jalan Letjen Sutoyo, Jakarta Timur

Mestinya itu ada cara bijak yang tak merugikan semua pihak, yaitu pengaturan jam yang jelas dalam boleh dan tidak boleh.

Ingin lancar? Masuk busway, di Jatinegara, Jakarta Timur

Bagi saya pengaturan jam itu masuk akal karena tidak selama 24jam busway (lajur khusus bus) itu terpakai. Paling hanya mulai pukul enam pagi sampai pukul sepuluh malam.

Tanpa kejelasan, busway hanya menjadi jebakan atas nama peraturan. Padahal peraturan mestinya dibuat bukan demi peraturan itu sendiri melainkan demi kemaslahatan umat. Di dalamnya termaktub pasal akal sehat.

Ilustrasi utama: mobil pribadi melintas di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat


Tag: jakarta, transportasi, busway, transjakarta

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

luwak 0 0
setuju, bang paman, pakai jam-jaman... sejauh ini efektivitas busway sebagai solusi kemacetan jadi dipertanyakan, selain karena mengurangi jumlah lajur untuk kendaraan pribdi, juga jumlah bus yang tidak memadai belum berhasil mengubah pola transportasi menjadi antarmoda. orang dari pinggiran rumah di pinggiran Jakarta tetap lebih memilih naik kendaraan pribadi, karena dianggap lebih fleksibel dan nyaman meskipun sering kali lebih mahal.
Antyo Rentjoko 0 0
luwak: Lha iya. Wong 3-in-1 saja bisa, je...
prajnamu 0 0
Hehehe... nggak tau buta warna, buta rambu, nedak, atau memang hukum di kita ini tidak punya wibawa ya?
doeh 0 0
Saya numpang nanya, apakah setelah diberlakukan jam pagi sekali [sekolah] lalu lintas pagi Jakarta apa sudah tidak macet lagi : )
alisyah 0 0
Di jam operasinya (06.00-21.00), jalur bus way juga lebih sering kosong. Wajar aja kalo malah dimasuki pengguna jalan yang lain, ketimbang melompong gitu pdahal sebelahnya macet.

Polisi juga udah pada acuh, seolah itu bukan tugas mereka *atau jangan-jangan memang bukan kerjaan mereka*
Antyo Rentjoko 0 0
alisyah: tapi nyai saya kena tilang waktu masuk ke busway. ya jelas salah wong emang "verboden". kata pak polantas, kalo pagi sblm 6.30 emang boleh. entah kebijakan dari mana ini... : )
Antyo Rentjoko 0 0
doeh: macet. tetap. malah lokasi yang ada sekolahnya, misalnya langsat, sekitar pkl 6 sudah macet. : )
alisyah 0 0
Antyo Rentjoko: kalo pagi sebelum 6.30 boleh yak? hehe baru tau saya. perlu dirilis nih peraturan baku penggunaan jalur busway. btw saia cowok, bukan nyai : )
Antyo Rentjoko 0 0
alisyah: "acuh"-nya polisi itu dalam arti "acuh tak acuh" dan "tak mengacuhkan", bukan? : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat