Merawat Jalan Umum 7

Rabu, 4 Nov '09 10:16

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Seorang warga sedang menambal jalan umum di perbatasan yang menghubungkan wilayah Kota Surakarta dengan Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Hampir dua tahun, kondisi aspal yang rusak parah di Baturan, Colomadu, Karanganyar itu tidak pernah tersentuh perbaikan.

Entah kenapa, jalan itu lama dibiarkan dalam kondisi demikian. Letak wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, mestinya bukan menjadi alasan pembenar untuk mengabaikan perawatan. Apalagi kalau sampai muncul dalih, sebab di sekitar wilayah itu terdapat beberepa kompleks perumahan kelas menengah.

Orang miskin hingga miliarder punya hak yang sama dalam hal pelayanan publik. Orang kaya membayar beraneka ragam pajak barang mewah, sementara rakyat kebanyakan, setidaknya membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak pertambahan nilai (PPN) atas semua barang yang dikonsumsinya, seperti sabun, pasta gigi, pakaian dan sebagainya.

Khusus wilayah Kabupaten Karanganyar, saya mencatat ironi yang mendalam. Di wilayah atas (dataran tinggi) seperti Kecamatan Tawangmangu, Jenawi, Kerjo dan daerah-daerah lain, kondisi jalan mulus rata, bahkan sebagian berbahan aspal hotmix. Sementara, di wilayah Kecamatan Colomadu, selain di Baturan, jalan utama perumahan Fajar Indah pun kondisinya nyaris serupa.

Beruntung, jalan raya Fajar Indah baru saja selesai dilakukan penambalan atas buruknya jalan sepanjang 200 meteran, setelah setahun lebih penuh lubang. Saya senang, sudah mulai ada perbaikan.


Tag: Karanganyar, Colomadu, Surakarta, jalan umum, pajak

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

yusro 0 0
Jalan rusak sepertinya adalah penyakit laten. Perawatan dari dinas yang berwenang selalu lambat, ampun......: )
luwak 0 0
Jadi sebetulnya apa ya, tugas pemda? Kalau ditanya, jawabannya biasanya tidak ada dana..
mawi wijna 0 0
Pakde saya pernah lewat jalan di perbatasan Gunung Kidul dan Sukoharjo. Kondisinya rusak berat. Mungkin Pemda tak pernah peduli karena dipikirnya yang lewat jalan itu hanya sapi, kambing, dan ayam. ckckckck...
blontank poer 0 0
betul...kalau tak salah, itu sekitar jalur Sambeng/Ngawen (Gunung Kidul) arah Sukoharjo... aku juga pernah lewat sana...
Antyo Rentjoko 0 0
Mestinya setelah selesai menambal, warga berhak minta penggantian biaya ke pemda. : (
soulwind2100 0 0
sepertinya dananya tidak pernah ada karene
dipake untuk merusak jalan *jalan jalan dinas sambil berkata survey-survey....: p

mustinya sopirnya melewatkan ke jalan yangjuebol parah supaya yang pada survey sadar...
alisyah 0 0
Kalo proyeknya kurang 'bernilai', pemborongnya kurang nafsu pak. Wajar, semakin 'bernilai, maka semakin gemuk mereka.

Silahkan login untuk memberikan pendapat