Pengantin Genderuwo di Kotagede 6
Kamis, 5 Nov '09 08:05
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Info yang kuperoleh dari temanku di Minggu siang (01/11/2009) itu adalah adanya Pengantin Genderuwo di Kotagede, Yogyakarta. Selanjutnya temanku mengirimkan detail informasi via milis. Ternyata bukan Pengantin Genderuwo sungguhan tetapi hanya kirab budaya yang menampilkan Pengantin Genderuwo.
Ada acara apa di Kotagede? Ternyata ada acara pembukaan Srawung Kampung yang bertempat di Kampung Bumen. Kampung tersebut berlokasi di dekat Kantor Pos Kotagede. Temanku itu menyebutkan acara kirab dimulai jam 14.00. Berhubung di minggu ini kegiatanku benar-benar sibuk dan menyita waktu, bolehlah sesekali hadir di acara kirab budaya ini.
Di Kampung Bumen aku sempat berbincang dengan Mbak Rini selaku perwakilan dari Yayasan Pondok Rakyat. Katanya Pengantin Genderuwo ini adalah budaya dari Kampung Bumen yang ingin diangkat kembali. Budaya ini populer di kisaran tahun 50-an. Cukup menarik mengingat Kotagede corak Islamnya sangat kental dan tidak identik dengan hal-hal berbau mistis seperti ini.
Beberapa warga yang aku tanyai tidak tahu-menahu asal-usul dari Pengantin Genderuwo ini. Termasuk diantaranya ibu-ibu tua yang cukup sepuh. Aku cukup penasaran dengan kisah dibalik Pengantin Genderuwo ini. Namun setidaknya salut bagi warga kampung Bumen dan Yayasan Pondok Rakyat yang sudah mengangkat kembali budaya yang hilang ini.
Tag: budaya, kirab, kotagede, bumen, srawung kampung
Pantau
Terkait:
-
Malam Setu Pahing, 6 Sawal 1942 Jé
Selasa, 9 Mar '10 10:54 -
Undangan - Pesta Kostum di 'Laluna a la Eloprogo' November
Senin, 19 Okt '09 03:50 -
HUT jogja
Rabu, 7 Okt '09 11:01
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
luwak: Bagus
-
doeh: Bagus
-
didinu: Bagus
-
cahPamulang: Bagus
-
Tinta Pen: Bagus
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat