Byaar Pet... Apa sih Cita-citanya PLN? 7
Senin, 9 Nov '09 03:51
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Lewat twitternya dua kawan saya semalam mengabarkan matinya aliran listrik di kawasan rumahnya. Seorang kawan di Ciledug, satu lagi di Kemang. Oh, no, jangan-jangan pemadaman bergilir makin meluas nih di Jakarta.
Ini bukan peristiwa pertama di ibukota. Pekan lalu hampir tiap hari saya mendengar keluhan serupa. Padamnya listrik bahkan tak sama antar wilayah. Ada yang padam dua jam, 3 jam, bahkan lebih dari 5 jam. Yang menjengkelkan padam saat anak-anak masih produktif di rumah.
Saya sendiri sehari-hari begadang di kantor dan tak pernah sekalipun merasakan matinya listrik. Saya tak bisa membayangkan betapa merepotkannya akibat ulah PLN tersebut.
Wahai pejabat PLN yang terhormat, kali ini apa alasan anda terkait berlanjutnya pemadaman listrik di ibukota? Apakah sebegitu lamanya penanganan kebakaran gardu PLN di Cawang tempo hari? Sudah berapa ratus juta atau mungkin milyar rupiah yang hilang akibat pemadaman mendadak ini.
Sampai kapan, wahai pejabat PLN? Perlukah kami menggalang dukungan lewat Facebook agar PLN tak lagi semena-mena pada konsumennya?
Tag: PLN, syaifuddin sayuti, listrik, pemadaman bergilir
Pantau
Terkait:
-
Perlukah Kita Minta Kompensasi dari PLN?
Kamis, 8 Okt '09 05:17 -
Gardu PLN Rusak, Negara Rugi Rp 500 Miliar
Senin, 12 Okt '09 11:28 -
Listriknya Kok Hidup Mati
Senin, 5 Apr '10 14:36
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Antyo Rentjoko: Penting
-
doeh: Bagus
-
Yudiantoro: Penting
-
alisyah: Penting
-
grenx: Responsif
-
didinu: Perlu
-
le renard: Penting
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
pingin sih mengusulkan supaya berhenti dulu membangun mal dan gedung2 baru, sebelum infrastruktur termasuk listrik siap.. mungkin sudah saatnya dibuat perusahaan listrik swasta tandingan, kalau memang PLN tidak mampu mengelola (kalau memproduksi listriknya, setahu saya udah ada yang swasta, jadi PLN cuma bagian mengelola)
1. Apakah secara nasional kita punya kebijakan cadangan listrik?
2. Pembangunan pembangkit tenaga listrik apapun itu apakah
2.1. Sesuai rancangan (konstruksi, instalasi, peralatan, kapasitas) -- "Kita mah pake specs jempolan, Bos. Jangan sotoy dong!"
2.2.Perawatan dimasukkan ke dalam anggaran (jawabannya: 'Udah bos!")
2.4. Life time dan kelayakan biaya sudah dihitung -- 'Gila apa Bos kalo kita kagak ngitung!
Ada penjual yang aneh. Kalau dagangan laku malah jengkel. Namanya PLN.
1. Ngga ada mas namanya cadangan listrik, listrik itu kan seperti gas, dialirkan seketika dan habis, ngga bisa disimpan, yang ada adalah cadangan pembangkit. Which is kita sekarang memang sudah titik kritis ketersediaan pembangkit listrik
2. ini kayaknya ga nanya deh
Saya copas komen saya di tetangga sebelah:
Kali ini saya tetap akan menyalahkan PLN, karena ERM-nya (Enterprise Risk Mgt) yang sudah model dashboard, artinya sudah taraf predictive failure ngga dijalankan/tidak diimplementasikan secara sungguh-sungguh.
Kenapa? Karena alesan PLN macam2:
1.bahwa pemadaman ini karena lonjakan pemakaian sebagai akibat naiknya kemampuan masyarakat dan panasnya udara sehingga pendingin makin lama bekerja. Perasaan ekonomi kita lagi kontraksi, dan listrik rumah tangga nyumbang berapa persen sih dari total pemakaian listrik d jabodetabek?
2. adanya kerusakan trafo dan berturut-turut, trafo cawang, trafo gandul, dan terakhir jaringan sutet dari P3B. ERM nya mana?
3. ngga ada alasan defisit listrik, karena 10,000 MW tahap 1 sudah mulai operasi per desember ini dengan tambahan sekitar 1300 MW untuk sistem interkoneksi jamali (jawa-madura-bali)
diambil dari sini: http://politikana…mment-112660
bisa jalan beneran ga tuh?
Silahkan login untuk memberikan pendapat