Polisi Sudah Profesional dan Proporsional? 4
Rabu, 11 Nov '09 14:15
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Ternyata Polisi tak berani mengusut kasus Bullying di SMA 82, karena khawatir menimbulkan masalah baru dan akan dikecam lembaga swadaya masyarakat (LSM). Insiden penganiayaan seorang murid oleh seniornya itu, cukup ironis, karena sekolah tersebut adalah sekolah percontohan anti bullying. Begitulah berita yang saya baca di sini.
"Nanti kalau kami periksa dan menjadikan tersangka, kemudian ditahan, malah LSM anak jadi ramai lagi," kata Kapolsektro Kebayoran Baru Kompol Suhandana, di kantornya, Selasa (10/11).
Menurut Suhandana, para siswa pelaku pengeroyokan juga anak-anak dan akan terkait Undang-undang tentang Perlindungan Anak. "Saya lebih baik menangkap maling jemuran, daripada memproses kasus itu," ujarnya sambil bergegas masuk ke ruangannya.
Itu adalah ucapan seorang Kapolsek, bukan Evan Brimob lho. Apakah itu sikap profesional Polisi, seperti yang sering dikatakan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri? Masyarakat memang sangat berharap bahwa Polisi memang sungguh-sungguh profesional dan proporsional sesuai visinya.
Dalam beberapa kasus seperti penanganan narkoba atau teroris, profesionalitas Polisi memang mendapat banyak pujian, meskipun ada pula yang mengritiknya. Masyarakat rasanya cukup obyektif dalam memberikan penilaian terhadap Polri, karena profesionalitas memang bisa dirasakan masyarakat dari kinerja bukan dari pidato.
Tag: masyarakat, Polri, profesional, bulying, SMA 82
Pantau
Terkait:
-
Jenderal Saling Buka Aib, Borok Polri Makin Terbuka
Senin, 22 Mar '10 07:05 -
Presiden Satu Hari
Jumat, 5 Feb '10 16:06 -
Keluarga Sebagai Benteng Terdepan Penangkal Bahaya Narkoba
Kamis, 14 Jan '10 16:47
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
didinu: Perlu
-
luwak: Penting
-
prajnamu: Perlu
-
le renard: Perlu
-
Herman Saksono: Perlu

Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
ini polisi aneh. waktu kasus anak2 di badnara yang dianggap maen judi maen tahan gitu aja. gue curiga ada anak pejabat yg terlibat dalam pengeroyokan ini
Silahkan login untuk memberikan pendapat