Ribuan Buruh Terbuang Percuma? 1

Rabu, 2 Des '09 01:30

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Saya menemukan publikasi tak lazim saat saya jalan-jalan ke Rembang, pekan lalu. Sebuah lokasi calon pelabuhan mangkrak lantaran terganjal surat ijin dari bupati. Konon, investor udah memiliki surat rekomendasi dari pemerintah pusat dan provinsi guna berdirinya pelabuhan yang rencananya menjadi tempat bongkar muat batubara untuk keperluan PLTU Rembang, yang jaraknya hanya beberapa ribu meter.

Isi pesannya memang provokatif, seolah-olah meminta dukungan publik. Setidaknya, dari orang-orang di sekitar lokasi, yang pasti sangat membutuhkan pekerjaan (dan pendapatan, tentu) dan berkepentingan dengan keberadaan pelabuhan itu. Gampangnya, menurut hitug-hitungan di atas kertas, selain menyerap tenaga kerja (yang diklaim hingga 3.000 orang), keberadaan pelabuhan akan memunculkan dampak berantai, yang ujung-ujungnya pemerataan pendapatan.

Andai tak kuat secara hukum dan posisi tawarnya, saya yakin sang investor tak bakal berani membuat pengumuman terbuka seperti itu. Setidaknya, sampai kini tak ada reaksi balik dari Bupati Rembang atas pesan yang bernada mendiskreditkan namanya itu.

Begitulah cara pengusaha masa kini, yang kian berani menyampaikan kekecewaannya secara terbuka. Secara pribadi, saya tergelitik oleh pesan itu. Selanjutnya, meninggalkan tanya yang belum terjawab: ada apa sehingga si pengusaha atau investor berani menyatakan ‘perang terbuka’?


Tag: rembang, protes, pelabuhan, batubara

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mawi wijna 0 0
Wah ini namanya menuding pihak lain sebagai biang kerok pemutusan lowongan kerja. Apa investor mau memicu perlawanan pencari kerja di Rembang melawan Bupatinya sendiri?

Silahkan login untuk memberikan pendapat