Mendamba Kereta Api Manusiawi 7

Jumat, 11 Des '09 09:22

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Naik kereta Prameks Solo-Yogya sungguh butuh kesabaran dan kesungguhan, apalagi bila naiknya dari stasiun tanpa emplasemen khusus seperti di stasiun-stasiun utama. Di Stasiun Purwosari, seperti kebanyakan penumpang lain, saya harus bersusah payah mencapai gerbong. Seperti juga yang dialami calon penumpang yang naik dari Stasiun Klaten, seperti tampak pada foto.

Kenyamanan calon penumpang masih diposisikan pada urutan ke sekian. Harga tiket, yang mestinya sudah mencakup jasa pelayanan dan perawatan kereta dan fasilitas lainnya, belum terasa dampaknya. Konsumen masih harus sabar, mengalah dan memaklumi.

Di dalam kereta, para awaknya pun mestinya masih butuh ditatar mengenai pelayanan, agar penumpang nyaman di perjalanan. Anda pasti sering menjumpai, baik kondektur, polisi khusus kereta api, juga pramugara/pramugari suka membuka pintu tanpa mau menutupnya kembali, sehingga suara gaduh/berisik kereta hadir menjadi musik pengganti, pengusir sepi.


Tag: Solo, prameks, yogya, kereta, gerbong, stasiun

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

mawi wijna 0 0
Kondisi kereta ekonomi memang mengenaskan. Apa karena disubsidi jadi kenyamanan penumpang terabaikan?

Kalau Prameks sih mending pakde, saya pernah naik kereta Gaya Baru Malam dari Jogja ke Surabaya, buat berdiri aja susah. Saya masih untung dari Jogja, lha keretanya itu berangkat dari Jakarta je. 14 jam perjalanan darat dengan kondisi kayak gitu. Ckckckck...
cuekbebek 0 0
wedew...coba naik KRL Jabodetabek, kondisinya jauh lebih parah dibanding Prameks. jangan harap ada yang peduli dengan terbuka atau tertutupnya pintu di sambungan antar gerbong...wong penumpang sampai harus berjejalan di pintu kereta kok. tapi untuk skala ibukota yang padat penduduk, kereta memang belum tergantikan sebagai sarana transportasi massal yang efektif.
luwak 0 0
jadi terkagum2 lihat kereta maglev punya transrapid shanghai di tivi semalam. mereka berani beli mahal dari jerman, untuk kemudian teknologinya dipelajari dan ditiru..
alisyah 0 0
Ngeliat gambar, untuk masuk kereta nya harus naik gitu ya, gak datar. Susah berarti untuk yang pakai kursi roda ama yang udah tua.
le renard 0 0
bagaimana kalau kita urunan koin untuk beli gerbong atau malah loko? : ))
cse 0 0
memang harusnya ada perhatian khusus untuk perkeretaapian di indonesia ini.. bukan hanya satu sub [kelas ekonomi saja]
nonadita 0 0
Pengelolaan KRL Jabodetabek pun tak kalah mengenaskan. Gerbong penuh tanpa pengaman, pintu sarat orang yg bergelantungan.

Silahkan login untuk memberikan pendapat