Hati-hati : Sindikat Pecah Kaca 3
Sabtu, 16 Jan '10 18:27
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
(Repost dari blog saya)
Hari senin tanggal 4 Januari 2010, tim kami mendapat musibah. Saat beristirahat di rest area km 19 jalan tol Jakarta - Cikampek dalam perjalanan menuju Karawang (sebuah klien), mobil salah seorang anggota tim, Henry Christanto dibobol maling, dan 1 tas berisikan komputer laptop beserta pernah-perniknya, serta 1 tas berisikan pakaian, hilang dibawa si pelaku maling.
Saat itu, menjelang makan makan siang, saya memberikan briefing singkat kepada tim, yaitu Sofian Lusa, Henry Christanto, dan Rakhmat Robbi, sambil santai ngopi di Starbucks Coffee, di kawasan rest area tersebut. Kami semua membawa laptop, dan dibuka sewaktu briefing di Starbucks.
Setelah briefing selesai, kami bermaksud makan siang, dan menuju ke Resto Sop Ikan Batam di kawasan rest area tersebut. Rupanya sebelum menuju restoran, Henry menaruh tas berisi laptop tadi ke dalam mobilnya, dan menyusul kami menuju ke Resto Sop Ikan Batam. Saat itu, gerimis sudah mulai turun.
Saat makan siang, ternyata turun hujan deras, akibatnya kami menunda kembali ke mobil, dan terus berada di dalam restoran, sampai hujan agak reda. Setelah 30 menit di dalam restoran, kami kembali ke mobil, dan ternyata mendapatkan mobil Henry sudah dibobol maling.
Kami mengikuti semua proses hukum yang berlaku, walaupun agak sedikit keras kepada pihak keamanan kawasan rest area. Bahkan saya sampai menyuruh mereka mengubah laporan berita yang berisi kronologis kejadian karena memang tidak sama dengan kejadian sebenarnya.
Terlepas dari semua itu, ada beberapa pelajaran yang bisa ditarik, supaya kita hati-hati dengan hal ini.
Pertama, ternyata mobil Henry diparkir di tempat yang tidak terpantau CCTV alias blank spot. Rupanya ada beberapa tempat yang tidak terpantau CCTV di kawasan rest area ini, diantaranya di depan Starbucks Coffee.
Kedua, kejadiannya demikian cepat, dan kuat dugaan pelaku melihat Henry menaruh tas di mobil sewaktu kami keluar dari Starbucks. Kaca mobil Henry sangat gelap, sehingga tidak mudah melihat isi mobil dari luar. Jadi pelaku sudah melihat Henry sebelumnya.
Ketiga, waktunya juga tepat. Kejadian itu berlangsung saat hujan deras, di mana secara psikologis petugas keamanan tentu tidak akan keliling patroli saat hujan deras.
Keempat, menurut petugas reserse Polsek Tambun yang datang ke TKP, kelihatannya kaca tidak dipecahkan, sehingga tidak ada suara kaca pecah dan alarm mobil tidak bereaksi. Kaca disemprot dengan cairan kimia khusus sehingga melunak dan tinggal didorong sedikit akan copot. Kalau dilihat di foto, kacanya menjadi melengkung seperti itu.

Kesimpulannya, pelaku sangat mengenal kawasan rest area tersebut, dan sangat profesional karena menggunakan cairan khusus dan tahu kapan dan di mana menjalankan aksinya dengan cepat. Besar dugaan, ini adalah sindikat pecah kaca. Beberapa teman-teman polisi juga mengatakan demikian. Jadi, hati-hatilah .... ada namanya sindikat pecah kaca!
Tag: pencurian, pecah kaca, rest area jalan tol
Pantau
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
le renard: Perlu
-
Yudiantoro: Penting
-
Oo Zaki: Perlu
-
doeh: Responsif
-
Antyo Rentjoko: Penting
-
blontank poer: Penting

Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat