Keluarga besar kami ...Sinkretisme ? 0
Rabu, 3 Mar '10 12:17
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Secara etimologis, sinkretisme berasal dari kata syin dan kretiozein atau kerannynai, yang berarti mencampurkan elemen-elemen yang saling bertentangan. Adapun pengertiannya adalah suatu gerakan di bidang filsafat dan teologi untuk menghadirkan sikap kompromi pada hal yang agak berbeda dan bertentangan.
Sinkretisme disebut dalam kamus sebagai "penyatuan aliran" sedangkan istilah ini dalam hal agama oleh Berkhof dan Enklaar disebut "Mencampuradukkan agama-agama ini disebut sinkretisme" . Josh McDowell dalam bukunya menyebut bahwa "Syncretistic" berarti "tending to reconcile different beliefs, as philosophy and religion". Dari beberapa kutipan tersebut dapatlah dimengerti bahwa Sinkretisme dalam agama adalah usaha penyatuan dan pencampuradukkan berbagai-bagai faham agama dengan kecenderungan untuk mendamaikan faham-faham itu.
Salah satu sinkretisme yang dualistik-pantheistik berusaha menggabungkan filsafat Barat dengan agama Timur adalah gnostik , yaitu ajaran tentang gnosis. Yang dimaksudkan dengan gnosis yang aslinya berarti pengetahuan, disini dimaksudkan sebagai "hikmat tinggi yang rahasia dan tersembunyi tentang asal dan tujuan hidup manusia."
Sering keluarga besar saya di tuduh berpaham sinkretisme, walau sebenarnya kami nggak peduli label yang di sematkan manusia, bahkan jika di cap kafir sekalipun. Tapi berhubung rasanya berasal dari kesalah pahaman itu bisa saya luruskan dan sekalian menjadi pembelajaran bagi kita semua. Tuduhan sinkretisme bagi keluarga besar saya itu tidak betul, sebab sinkretisme itu adalah mencampur adukkan ajaran ajaran dari berbagai agama dan akhirnya menciptakan ajaran agama baru. Sedangkan keluarga besar saya tidak membuat agama baru dari ajaran ajaran berbagai agama yang kebetulan sempat saya pelajari itu.
Saya mempelajari semua agama, karena memang saya lihat semuanya mengantar ke hal yang satu, yakni ke kebahagiaan sejati. Hal ini saya temukan bukan sekedar teori , atau dari membaca buku buku, tapi dari pengalaman menyelami samudera spiritual. Entah kenapa , dalam penyelaman tersebut, saya menemukan makna makna yang memberi peningkatan spiritual itu dalam berbagai agama. Dan kadang makna-makna itu saling melengkapi, sehingga pemahaman sayapun menjadi lebih utuh. Jadi untuk apa saya membatasi pada agama agama tertentu? Sungguh saya akan sangat merugi bukan? Merugi karena tidak bisa menikmati keutuhan makna, hanya karena sebuah pengkotak-kotakan bermerek agama.
Padahal spiritual itu adalah samudera yang melingkupi semua agama, bahkan melingkupi di luar agama agama itu.
Nah benang merah yang saya peroleh dari mempelajari semua agama itu adalah :
- Untuk menuju ke sang Kebahagian sejati... entah itu namanya surga atau apa syarat utamanya adalah kita harus bermanfaat sebesar besarnya kepada sesama dan lingkungan
- Untuk bisa bermanfaat bagi sesama dan lingkungan kita harus ber-silaturahmi ( berintertaksi sosial yang memberikan manfaat ) semua umat , termasuk yang beragama lain.
- Agama jelas tidak mungkin bisa dipersatukan, karena syariatnya saja sudah berbeda beda, tetapi umat beragama bisa dipersatukan.
Sekarang akan saya jelaskan mengapa keluarga besar saya dituduh menjalankan sinkretisme.
- Kakek saya tidak pernah sholat atau ketempat peribadatan agama lain, beliau suka berpuasa, bersemedi, membakar kemenyan, bersaji dan menyebut dirinya beragama Jawa. Beliau menyebut Tuhan YME dengan sebutan Bapa Angkasa-Ibu Pertiwi.
- Ayah saya rajin sholat, tetapi tetap bersaji, berkenduri, membakar kemenyan dan pergi ketempat tempat yang dianggap keramat.
- Ibu saya bergama Katolik
- Kami anak berenam......
- Sulung puteri sekeluarga dengan tiga anak dua putri dan satu putra beragama Katolik, tetapi salah satu menantunya bergama Islam dan tetapmenjalankan syariat Islam seperti sholat, puasa, zakat dan lain lain.
- Saya nomor dua dan istri beragama Hindhu Dharma, punya anak enam orang semuanya beragama Islam.
- Adik saya laki laki sekeluarga beragama Islam,Adik dan istri telah naik Haji, tetapi salah satu menantunya beragama Katolik
- Nomor lima laki-laki sekeluarga beragama Katolik, dan salah satu menantunya beragama Islam.
- Nomor enam putri sekeluarga beragama Kristen Protestan.
Nah pada waktu saya menikahkan dua anak saya yang beragama Islam, saya minta tolong adik saya yang haji sebagai wali karena saya beragama Hindhu Dharma.
Setiap Hari Raya Idul Fitri keluarga besar kami berkumpul ditempat adik saya yang bergama Islam dan sudah Haji, dan setiap hari Natal, keluarga besar kami berkumpul ditempat kakak sulung yang beragama Katolik.
Setiap kali berkumpul, kami tidak pernah membicarakan masalah agama, kita hanya bercanda ria, dan berusaha saling tolong menolong kalau salah satu keluarga besar kami ada yang mengalami kesulitan, terutama kesulitan ekonomi.
Kami semua merasakan kebahagian dan keindahan didalam Ke-beragam-an.
Nah pertanyaannya sekarang .... apakah keluarga besar saya menjalankan sinkretisme ?
Sumber bacaan :
1. Http://idanxfiz.blogspot.com
2.Http://www.flikkr.com
3.Http://ms.wikipedia.org
4.Http://www.sarapanpagi.org
5.Sumber lain yang relevan.
Tag: agama, Sinkretisme
Pantau
Terkait:
-
MK Menolak Pencabutan UU Pencegahan,Penyalahgunaan dan Penodaan Agama
Senin, 19 Apr '10 19:24 -
Dongeng Kakek
Senin, 22 Feb '10 14:41 -
Hentikan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba
Kamis, 14 Jan '10 17:10
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
le renard: Bagus
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat