Malam Setu Pahing, 6 Sawal 1942 Jé 2
Selasa, 9 Mar '10 10:54
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Beberapa waktu lalu, saya mencoba berhenti di pendhapa Paku Alaman saat mendengar gamelan dikumandangkan. Dari percakapan singkat dengan penjual rokok di sekitar alun-alun Paku Alaman, saya diberi tahu bahwa masyarakat umum bebas untuk masuk dan mendengarkannya
Malam Sabtu Pahingan menampilkan pertunjukan gending-gending Jawa yang dimainkan oleh para pemain gamelan yang berpengalaman. Juga dipertunjukkan seni Macapat (seni membaca karya sastra Jawa) yang indah, penuh dengan tuntunan budi pekerti, dan kebajikan yang luhur.
Lantas kenapa Sabtu Pahing? Sabtu Pahing adalah weton dari Pakualam yang sekarang. Perhitungan waktu dalam sebuah kebutuhan selebrasi ataupun ritus sangat berkaitan dengan permasalahan ketetapan kala, yaitu dimensi waktu yang bagi masyarakat tradisional masa lalu merupakan sebuah keniscayaan. Bahkan titik temu kelahiran seseorang dalam perhitungan kalender matahari dan bulan pun menjadi sangat penting untuk selalu diperingati.
Sultan Hamengku Buwana IX misalnya sangat dikenal dengan peringatan Setu Pahingan ‘Sabtu Pahing’ yang ditandai dengan siaran langsung Uyon-Uyon Hadiluhung dari pendhapa Kasatriyan keraton Yogyakarta. Sedangkan Kanjeng Gusti Paku Alam VIII dikenal dengan Peringatan Minggu Pon-nya di pendhapa Paku Alaman
Dari selusin pemain gamelan malam itu 4 diantaranya adalah orang asing, dan saya adalah satu-satunya tamu pribumi malam itu. ternyata apresiasi masyarakat kita sendiri terhadap budaya lokal begitu menyedihkan.
Tag: yogyakarta, gamelan, gendhing, geguritan, pakualam, tradisi, budaya
Pantau
Terkait:
-
Ied di Gumuk Pasir
Senin, 21 Sep '09 15:12 -
Gema Takbir 1430 Hijriyah
Minggu, 20 Sep '09 23:34 -
Pengantin Genderuwo di Kotagede
Kamis, 5 Nov '09 08:05
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yusro: Penting
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat