Hati-Hati Kapal Titanic “Century” Akan Tenggelam Ke Dasar Laut 0

Kamis, 11 Mar '10 09:11

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Titanic merupakan salah satu dari tiga kapal penumpang super yang dimiliki oleh White Star Line yang bertujuan mengawali perniagaan trans-Atlantik. Kapal ini dibuat di galangan Harland and Wolff, Belfast, Irlandia. Titanic merupakan kapal uap penumpang terbesar di dunia pada masa peluncurannya dan dilengkapi dengan teknologi paling maju. Orang-orang percaya bahwa ia "tidak mungkin tenggelam".

Berlayar

Akan, tetapi, barangkali kita bisa jadi ragu juga, apakah mungkin tidak tenggelam? Kita lihat saja, dalam 1 bulan terakhir mata kita terus saja disumpelin, oleh berbagai “isue – opini” yang bermunculan di tengah masyarakat. Dimulai dari kasus nikah sirri atau nikah mut’ah, yang diharamkan dan dikenakan sanksi pidana bagi yang melakukannya, pengrusakan sekretariat HMI di Makassar yang baru-baru ini terjadi dan membangkitkan perhatian dari sejumlah masyarakat diberbagai daerah, fatwa haram merokok yang dikeluarkan oleh MUI,  kemudian terakhir kasus Teroris di Aceh dan penembakan terhadap pelaku  Teroris di Pamulang, Jakarta. Mungkin masih ada lagi?

Namun, disisi lain, banyak sebagian orang mengatakan, bahwa semua ini kata mereka,  hanya semata-mata tidak lepas dari pengalihan “isue – opini” di masyarakat untuk menenggelamkan kasus century ini. Dengan harapan, agar drama kasus century itu dapat berakhir dengan sempurna dan tentunya membebaskan penjahat berdasi dari jeratan hukum. Apakah benar demikian? Padahal kasus Bank Century, adalah merupakan kasus  aliran  uang yang tak sedikit jumlah, disertai nasib para nasabahnya memiluhkan, dan serta  aliran tersebut antah-berantah larinya kemana.

Sebagaimana, pada alur pelayaran pertamanya, Titanic mengalami naas karena menabrak gunung es pada hari minggu 14 April 1912, jam 23:40 (waktu kapal) dan tenggelam dua jam empat puluh menit kemudian pada 2:20 pagi (Senin). Lebih dari 1.500 orang menjadi korban, sehingga bencana itu dianggap sebagai bencana laut terburuk semasa aman.

Kasus Bank century menjadi buah bibir di kalangan masyarakat saat ini dan  masyarakat sekarang ini suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, mau tidak mau  tersedot perhatiannya yaitu mengenai skandar Bank Century atau banyak orang menyebut dengan sebutan “Century Gate”. Hasil kajian text and talks Lembaga Kajian Informasi terhadap sebuah media cetak nasional terbesar di Indonesia dan sebuah media cetak yang mengidentifikasi diri sebagai the political news leader tentang penempatan berita-berita yang menyangkut Kasus Bank Century dalam periode waktu 15 Januari sampai dengan 15 Pebruari 2010 ditemukan. Selama periode waktu tersebut kedua suratkabar itu secara konsisten menyajikan berita Kasus Bank Century sebagai berita di halaman pertama di 40 edisi penerbitan. Kedua, media cetak dengan predikat the political news leader di Indonesia nyaris hampir setiap hari penerbitan memunculkan berita Kasus Bank Century selama periode itu dengan perbandingan 1 (bukan berita Bank Century) berbanding 40 (Berita Kasus Bank Century) sebagai Berita Utama (Headline), tak ada bedanya, Kegairahan media massa terhadap korban Titanic, legenda mengenai apa yang terjadi di atas kapal, dan penemuan kapal pada tahun 1985 oleh sekelompok ilmuwan yang diketuai oleh Jean-Louis Michel dan Robert Ballard menjadikan Titanic sangat terkenal.

Samudera

Terlebih sudah rahasia umum samudera di negeri ini, panggung politik di Indonesia dipenuhi drama cerita kutil-mengutil terjadi secara kontinyuitas (episode-per-episode). Makanya, tak  aneh jua perilaku KKN mendapat perlindungan hingga mengundang libido para pelaku kejahatan kelas super kakap yang memperoleh tindak kejahatan berefek sangat luas digedung-gedung mewah serba tertutup atau dikantor pemerintahan serba eksklusif. Anehnya, mereka tanpa bisa disentuh hukum sudah kehabisan energi untuk menegakkan keadilan.

Hingga hukum tak lebih hanya mengusut bayang-bayang si-pelaku-KKN. Amat logis bila perilaku itu akan terus berkembang, serta KKN akan terus-menerus diadopsi menjadi sebagai cara hidup (life style). Hidup seakan-akan tidak terasa indah tanpa di mahkotai dengan perhiasan KKN (Korupsi, Nepotisme dan Kolusi).

Kompas “Arah Angin”

Belum lagi, banyak politisi mirip “arah angin” dengan apa yang diperankan oleh sosok Waska tetang manusia yang penuh keboborokan namun ingin terlihat sebaliknya penyayang, santun, arif dan bijaksana.

Para politisi berlomba-lomba “arah angin” mengenakan topeng Semar, hingga seorang seolah-olah sosoknya terlihat bak seorang pelindung yang dimahkotai kepedulian (ke-empati-an) pada setiap orang. hanya saja, ia menjadi berbeda ketika ditengah orang banyak dan ketika ia disaat sendiri. Saat sendiri, dia menjadi sosok Waska sesungguhnya. Sosok Waska yang selalu melangkah membuat rakyat terjepit hidupnya.

Sosok Waska yang isyarat-isyarat atau perintah-perintahnya selalu siap dikerjakan oleh siapapun. Hanya cuma satu-satunya tidak setia kepada sosok diri Waska adalah alam itu sendiri, tempat ia hidup dan berpijak.

Sebagian besar, politisi “arah angin” berada selalu memiliki kecenderungan untuk bersikap dan bertindak dalam bingkai moralitas palsu. Berbagai fenomena kehidupan nyata menunjukkan mengenai sikap seorang manusia yang tak pernah netral secara moral. Kerapkali orang akan bertindak dan berlaku secara berbeda dengan yang diucapkannya. Bahkan, pada saat yang sama-pun orang selalu mengatakan tentang perlunya keadilan, kebenaran, persamaan dan kebenaran.

Hal ini berbeda dengan sikap orang yang bijak dan para pahlawan yang mengatakannya demi kejujuran dan kebenaran. Sementara para politisi mengatakan hal itu secara hipokrit demi kepentingan sendiri.

Dengan demikian, barangkali kita sepatutnya perlu hati-hati juga bilamana “arah angin” mengakibatkan kapal Titanic “Century” tersebut akan tenggelam ke dasar laut. Meskipun, kita tahu, film itu sudah dibuku-kan dengan diulas secara detail, mulai dari pembuatan Titanic, awal pelayarannya, sampai akhirnya tenggelam di perairan Atlantik. Lewat surat-surat, catatan harian, pidato resmi, berita koran, atau film, termasuk kesaksian mereka yang ikut dalam pelayaran, sehingga kita diajak mengalami langsung peristiwa tenggelamnya Titanic. Tidak hanya sekedar uraian mengenai Titanic yang bersejarah berikut berbagai hal yang terjadi pada masanya, tapi disertai bukti-bukti otentik berupa ungkapan langsung pelakunya (saksi sejarah), berita-berita di media massa, pidato, surat-surat pribadi atau dokumen resmi.

                                                  Titanic


Tag: JJ Amstrong Sembiring

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat