MUI Dikadalin Produser Film & LSF (?) 1
Sabtu, 13 Mar '10 19:57
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Para penggemar film tentu masih ingat berita tentang film horno (horror + porno) dengan judul “Hantu Puncak Datang Bulan (HPDB)” yang ditayangkan berbagai media belum lama ini. Berita tsb mengungkapkan rencana peredaran film HPDB , mendapat tentangan keras dari berbagai pihak, yang diantaranya adalah MUI (Majelis Ulama Indonesia). MUI menilai bahwa film horno tsb lebih banyak menonjolkan pornografi.
Seperti diberitakan, dalam film HPDB tsb Lia, salah satu anggota group Trio Macan beradegan panas dengan mengenakan bikini dengan lawan mainnya. Selain itu Andi Soraya yang juga berperan dalam film horno tsb nekat melakukan adegan topless (untunglah toplesnya tidak pecah karena terjatuh).
Saat itu MUI memprotes dan meminta pemerintah memperhatikan film-film horor yang lebih menjurus ke tema seks. MUI juga meminta dukungan segenap masyarakat untuk melawan film bertemakan pornografi. Selain itu MUI mengancam akan melakukan aksi damai jika film ini lolos tayang. F
Hampir sama dengan sikap MUI, FPI (Front Pembela Islam) juga merencanakan akan memboikot film horno tsb jika jadi ditayang di berbagai bioskop.
Mungkin karena tentangan yang cukup kuat tsb film horno yang diproduksi oleh rumah produksi K2K Production dan tadi direncanakan diputar di bioskop tanggal 4 Februari 2010 belum mendapat izin lolos sensor dari LSF (Lembaga Sensor Film).
Kenyataan yang terjadi saat ini adalah ternyata film horno HPDP tsb sudah dinyatakan lolos sensor dan boleh ditayangkan di bioskop. Bagaimana caranya ? Ternyata rumah produksi K2K Production mengganti judul film HPDB dengan judul lain, yaitu, “Dendam Pocong Mupeng.”
Tidak jelas apakah selain mengganti judul, adegan horno (horror + porno) dalam film tsb juga diganti. Yang jelas dengan beredarnya film tsb di bioskop, berarti film tsb sudah dinyatakan lolos sensor.
Tentu saja hal ini membuat MUI merasa kecewa alias merasa dikadalin. Sekjen MUI, Amirsyah, menyesalkan lolosnya film Andi Soraya tsb. Dia juga menyayangkan sikap LSF yang dinilainya tidak bersikap tegas
Lebih jauh Amirsyah berharap agar pemerintah bertindak tegas dalam menyikapi film yang diproduksi rumah produksi K2K Production. Dengan tegas Amirsyah menyatakan: “Harus ada kesadaran dari pendidikan bangsa dan jangan selalu disalahkan MUI. Intinya MUI mendesak dan sangat keberatan terhadap film-film porno yang marak beredar karena merusak moral bangsa.” (WK:13/3/2010)
Tampaknya semangat MUI untuk memperjuangkan moralitas bangsa dengan menentang peredaran film berbau porno selalu mendapat tentangan dari pihak tertentu yang memiliki semangat juang “Porno terus pantang mundur.”
Tampaknya jika protes MUI ini tidak diperhatikan pemerintah maka film-film horno (horror + porno) lainnya akan dengan mudah bisa lolos sensor dan diputar di bioskop dengan jalan mengganti judul.
Salam sukses terus
Tag: Film horno horror porno, hantu puncak datang bulan, dendam pocong mupeng, andi soraya, MUI, FPI, Amirsyah, sekjen MUI
Pantau
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
prihatin: Penting
-
Herman Saksono:

Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat