Megawati Tegar, Taufik Kiemas Loyo (?) 1

Minggu, 14 Mar '10 09:18

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Bagi masyarakat yang sangat menginginkan adanya kekuatan politik yang cukup kuat dalam mengontrol kinerja pemerintah, mungkin PDIP yang selama ini memposisikan diri sebagai partai oposisi bisa menjadi partai tumpuan harapan.

Masalahnya adalah, apakah partai tsb masih bersikap konsisten sebagai partai oposisi atau tidak ? Berita-berita terakhir tentang PDIP menunjukkan adanya gejala di mana Megawati sebagai ketua umum PDIP masih tegar membawa PDIP sebagai partai oposisi, sementara itu Taufik Kiemas, ketua dewan pertimbangan pusat partai tsb yang juga suami Megawati, tampaknya mulai loyo untuk bersikap konsisten.

Para pembaca tentu masih ingat ketika sidang Pansus Century masih berlangsung. Saat itu di antara para anggota pansus yang berasal dari berbagai partai terjadi pro dan kontra soal penyebutan nama pejabat yang diduga terlibat dalam kasus Century.

Saat itu Megawati dan para pimpinan PDIP lainnya telah menyatakan sikap akan menyebut nama pejabat yang terlibat dalam kasus Century. Sebaliknya Taufik yang juga ketua MPR itu menyatakan tak perlu Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century menyebut nama yang bertanggung jawab dalam kasus Century itu. Seperti telah diberitakan pada akhirnya fraksi PDIP tetap menyebut nama penanggung jawab kasus Century.

Selanjutnya setelah sidang paripurna kasus Century selesai Megawati dan Taufik Kiemas kembali berbeda sikap terhadap proses hukum yang merupakan tindak lanjut dari kasus Century. Terhadap hal tsb, Megawati sudah secara tegas menyatakan kasus Bank Century segera ditindaklanjuti dengan proses hukum.

"Apa yang telah diputuskan dalam paripurna DPR tersebut harus segera ditindaklanjuti lembaga-lembaga penegak hukum," katanya seusai membuka Konferda PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Sleman. (vivanews:7/3/2010).

Mengenai apakah pejabat tinggi Negara harus mundur atau tidak, Mega menyatakan dengan tegas bahwa pejabat negara yang diduga terlibat dalam kasus skandal Bank Century apakah harus nonaktif atau tidak, hal itu hendaknya menunggu proses hukum selanjutnya.

Ternyata Taufik Kiemas tidak setegar istrinya dalam bersikap oposisi. Jangankan beroposisi, suami Megawati ini justru mendorong partainya untuk mengadakan evaluasi internal partai yang terkait dengan posisi politiknya. Taufiq meminta partai mempertimbangkan posisi mendukung pemerintahan.

Langkah PDIP untuk melakukan evaluasi internal dinilai Taufiq penting, terutama pasca kekalahan PDIP dalam Pemilu 2009 lalu. Menurut Taufik PDIP yang sudah kalah dalam pemilu 2009 perlu melakukan evaluasi internal untuk merubah sikap politiknya. Masa depan PDIP akan lebih cerah jika mendukung pemerintah.

Jika dilihat dari sikap kedua pentolan PDIP tsb sepertinya partai tsb mulai berubah bagaikan kapal yang memiliki 2 nahoda, di mana nahoda yang satu bersikap tegar dan nahoda yang lain loyo.

Apakah kondisi partai tsb tidak menimbulkan kebingungan kepada para kadernya ? Bagaimana para kader partai tsb harus bersikap ?

Sehubungan dengan masalah tsb, Maruarar Sirait salah satu kader PDIP yang pada Februari lalu duduk sebagai salah satu anggota Pansus Century menyatakan, kalau mau melihat PDIP gampang saja.

"Lihat saja Bu Mega, saya tidak akan pergi satu incipun dari pandangan beliau," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat 12 Maret 2010. "PDIP kan kalau iya, ya iya. Kalau tidak, ya tidak." (Jktpresscom:12/32010)

Lebih lanjut Maruarar mengatakan, saat orang ramai berebut menteri, PDIP ditawari saja tidak mau. "Itulah hebatnya Ibu Mega." Demikian kata Maruarar.

Apakah sikap Maruarar itu mencerminkan sikap kader PDIP secara keseluruhan ? Sampai sekarang memang belum tampak jelas siapa dan berapa banyak kader PDIP yang mengikuti sikap loyo dari Taufik Kiemas.

Tampaknya perjalanan politik Megawati sejak dulu sampai sekarang selalu saja penuh cobaan berat. Untunglah selama ini cobaan yang paling berat pun seperti tindakan represif dari rezim orde baru selalu bisa ia atasi. Sekarang ini tampaknya cobaan yang dialami Megawati tergolong cobaan paling berat karena suaminya makin loyo (semangat juangnya).

Salam suskes terus


Tag: pdip, Megawati tegar, Taufik Kiemas loyo, Maruarar Sirait

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

prihatin 0 0
Laki2 itu pemimpin bagi wanita. Lha kalau istri tegar tapi suaminya loyo, gimana jadinya ?

Silahkan login untuk memberikan pendapat