Hukum Kekekalan Energi dan Musibah 0

Selasa, 23 Mar '10 12:07

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Masih ingat pelajaran Fisika waktu SMA... ?

Bagi saya yang paling nyantol dan membikin gemas saya adalah Hukum Termodinamika I,

yaitu Hukum Kekekalan Energi. .... mengapa ? ... karena setelah saya renungkan dalam dalam ternyata Hukum kekekalan energi ini secara spiritual mirip mirip dengan  Kekekalan  Hukum Tuhan YME

Yooo... kita bahas sedikit mendalam...... Nah begini bunyi hukumnya.....

Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika) berbunyi: "Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)".

Energi dari suatu benda adalah ukuran dari kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. 

Tanpa energi tidak akan ada apa apa. Tidak akan ada matahari, angin, sungai dan lainnya, dan  tidak akan ada kehidupan. 

Energi ada dimana mana. Energi yang berubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain adalah dibalik semua kejadian. Energi adalah kemampuan untuk terjadinya segala hal.

Energi yang ada dalam diri kita  terhubung dengan energi yang ada di alam semesta, dan merupakan sebuah rangkaian system energi yang saling mempengaruhi. artinya setiap energi ( dalam bentuk perbuatan ) yang dilakukan oleh manusia akan berdampak pada alam semesta.

Analog dengan hal tersebut diatas, kita dapat mengatakan bahwa energi manusia ( fisik, kehendak, pikiran maupun perasaan ) adalah ukuran dari kesanggupan manusia untuk melakukan suatu usaha.

Kita akan merujuk sedikit ke hukum-hukum energi di ilmu fisika, untuk mengurai dan mengenali bagaimana energi itu bekerja.

Kita sudah bicara “sedikit” mengenai atom sebagai partikel dasar yang menyusun jagat raya ini, dengan energi  yang sudah tersedia di dalam atom. Dan berikutnya, kita akan membahas Hukum Kekekalan Energi

Istilah ini terkesan melawan kodrat dari Tuhan tentang makna  kekekalan. , tetapi bukan itu yang akan kita bahas, karena energi akan ada hanya kalau ada materi, tanpa materi maka tidak ada energi. Dan materi itu ada yang menciptakan yaitu Tuhan YME. sedang istilah kekekalan energi hanya ada dalam terminologi ilmu fisika dan kimia.

Jumlah energi di alam semesta menurut Hukum Kekekalan Energi  bersifat tetap. Ia tidak akan diciptakan lagi dan tidak akan pernah hilang. Artinya energi di alam semesta jumlahnya sama, sejak awal penciptaan hingga kemusnahannya nanti. Ia hanya berubah bentuknya.

Tuhan menciptakan alam semesta secara sempurna dan tidak mungkin melakukan tambal sulam. Semuanya telah disiapkan secara lengkap, termasuk besaran energi di dalamnya.

Walaupun jumlahnya selalu tetap, energi dapat berubah bentuk. Dalam proses-proses alam, terkadang air berubah menjadi uap. Kayu berubah menjadi bara api. Uranium menjadi bom. Listrik menjadi tenaga gerak dan lain sebagainya. Ketika beraktifitas sehari-hari, kita juga mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

Gerakan tangan menjadi sebuah tulisan. Berolahraga menghasilkan badan sehat. Menuntut ilmu menghasilkan luasnya wawasan. Senyuman menghasilkan  rasa cinta. Energi amarah menghasilkan  rasa takut. Kunjungan ke rumah seseorang menghasilkan  keakraban dan lain sebagainya. Yang pasti, bagaimanapun berubahnya, jumlah energi pasti selalu tetap. Tidak ada energi yang hilang dan tidak ada yang ditambahkan.

Setiap hari kita mengeluarkan energi; ketika kita bekerja, menjamu tetangga, maupun ketika mengajar anak-anak tentang kesalehan. Semua tidak akan sia-sia, karena energi itu tidak hilang. Energi itu akan menghasilkan energi dalam bentuk lain yang dapat kita rasakan.

Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi, nilai energi yang kembali, pasti sama dengan nilai energi yang dikeluarkan.  Bila anda mengeluarkan energi sebesar 10 maka anda pasti akan mendapatkan balasan senilai 10. Ternyata energi di dunia ini ada dua kategori yaitu  energi positif  dan energi negatif.  Bila kita melakukan aktifitas positif maka itu adalah energi positif .  Sebaliknya bila kita melakukan perbuatan negatif maka itu adalah energi negatif.

Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.

Barangkali inilah yang disebut dengan hukum siapa menabur akan menuai atau hukum Karmapala

Balasan dari perbuatan yang kita lakukan tergantung dari jenis energi yang kita keluarkan.  Apabila kita mengeluarkan energi positip maka akan berbuah kebaikan, kedamaian, kebahagiaan dan hal positif lainnya.  Sementara bila kita mengeluarkan energi negatif maka yang akan kita panen adalah penderitaan, musibah, bencana, rasa sakit,  diberi anak atau istri / suami yang berkelakuan menyimpang dan lain lain.

Dalam QS 3:117 disebutkan bahwa Allah tidak menganiaya mereka, tetapi mereka yang menganiaya diri sendiri.

Sedangkan dalam QS 10:44 disebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itu sendiri yang berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.

Jelas sudah , bahwa bukan Allah yang menghendaki azab bagi manusia . Allah hanyalah menjalankan roda hukum alam yang telah ditetapkannya.

Sedangkan manusia itu sendiri adalah bagian dari hukum alam yang telah ditetapkan oleh Tuhan YME. Karena hukum alam berjalan dibawah kehendak Tuhan, maka seakan akan pahala dan balasan itu atas kehendak-Nya, yang sebenarnya adalah kehendak manusia itu sendiri.

Bencana dan musibah di negeri kita yang datang silih berganti, baik itu bencana alam, kecelakaan pesawat, tawuran antar pelajar,  penjajahan ekonomi oleh pihak asing adalah buah dari energi negatif kolektif yang kita lakukan sebelumnya.  Baik berupa korupsi kolektif, perusakan hutan kolektif, eksploitasi alam tak terkendali dan aktifitas negatif lain yang kita lakukan secara kolektif.

Dan bila perjalanan ke depan kita masih menghiasi hidup dengan energi negatif maka yakinlah, musibah dan bencana yang lebih besar akan datang merusak negeri kita.  Keyakinan ini didasarkan oleh suatu kenyataan bahwa semua hukum alam berlaku umum dan pasti. 

Begitu pula bekerjanya hukum kekekalan energi adalah sebuah kepastian.  Untuk itu, kita tak perlu melakukan energi negatif kolektif lagi untuk membuktikan bahwa hukum kekekalan energi benar-benar bekerja dalam kehidupan kita. Berhentilah menebar energi negatif, terutama energi negatif kolektip ,karena

energi yang ada dalam diri kita  terhubung dengan energi yang ada di alam semesta.  

Ada pertanyaan seorang teman :

Seandainya hukum kekekalan energi itu bersifat adil dan langgeng, mengapa  ada orang yang dalam hidup sekarang ini yang selalu mengeluarkan energi negatip, tetapi sampai akhir hidupnya tetap sehat dan bahagia materiil mapun finansiil, dan selalu mendapat penghormatan dari banyak orang ?

Untuk menjawab hal hal seperti tersebut diatas dan sejenisnya , kita harus memahami bahwa Tuhan YME itu tidak dibatasi oleh ruang maupun waktu, artinya bagi Tuhan YME.... disini ya disana, sekarang ya,kemarin , ya besok dan seterusnya. 

Dengan demikian hukum kekekalan energi ini tetap berjalan sesuai dengan ruang dan waktu Tuhan YME


Tag: Dongeng Kakek, Reinkarnasi, Kearifan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Terkait:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat