Radio FM Memutarkan Lagu Bintang Kecil Saat Penayangan Film Star Wars Di Trunojoyo 0

Senin, 29 Mar '10 09:56

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Barangkali masih segar dalam ingatan kita di saat kecil, lagu-Nya “Bintang Kecil” sering dinyanyikan oleh Almarhumah Bu Kasur. Pengarang lagu anak-anak yang legendaris dan tokoh pendidikan anak. karyanya tetap hidup dan sudah menjadi sebuah legenda dalam dunia pendidikan anak. Karya-karya lagu-Nya tempo dulu juga sering di putar di radio swasta, “Bintang kecil di langit yang tinggi, amat banyak menghias angkasa , aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ke tempat kau berada, Aku ingin terbang dan menari, Jauh tinggi ke tempat kau berada….”.

                                            Bintang Kecil

Atau barangkali masih ingat juga, fiksi ilmiah yang cukup klasikal berjudul “Star Wars” yang disutradarai oleh George Lucas dari Amerika Serikat. Serial film telah menjadi sebuah fenomena budaya dan cerita tentang film ini lokasinya berada di luar angkasa dan menggunakan motif-motif cerita arketip yang biasa dijumpai baik dalam cerita fiksi ilmiah (science fiction) maupun mitologi klasik. Star Wars adalah sebuah contoh bagus “opera antariksa” dan merupakan sebuah sub-genre fiksi ilmiah.dan menghasilkan banyak produksi film, buku, game, serial di televisi dan banyak produksi marketing lainnya.

                                            Star Wars

Belajar Dari Lagu Bintang Kecil Dan Film Star Wars

Lagu “Bintang Kecil” memiliki makna yang cukup mendalam. Pertama, tentang pengenalan terhadap alam ciptaan Tuhan. Lagu “Bintang Kecil” ini memperkenalkan kita pada keindahan susunan bintang-bintang di waktu malam. Kedua, tentang penggapaian mimpi. Kalimat “aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ke tempat kau berada” menanamkan keinginan pada kita tentang menggapai mimpi yang tinggi, seberapa besar mimpi kita sebenarnya setara dengan sejauh mana gapaian tanggan kita. Seperti bintang-bintang, semakin jauh sebuah bintang, semakin besar ukuran bintang sebenarnya pada jarak dekat. Ketiga, masih berkaitan dengan mimpi, tentang jumlah bintang. Dalam malam yang cerah, tidak hanya satu bintang yang dapat kita lihat. Itu berarti, kita tidak hanya satu mimpi yang dapat kita miliki dan perjuangkan dalam hidup kita.

Menurut wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, bintang adalah merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Namun bintang tidak semua menghasilkan cahaya sendiri disebut bintang Nyata, ada juga terdapat bintang semu. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata). Bintang-bintang telah menjadi bagian dari setiap kebudayaan. Bintang-bintang digunakan dalam praktek-praktek keagamaan, dalam navigasi, dan bercocok tanam. Kalender Gregorian, yang digunakan hampir di semua bagian dunia, adalah kalender matahari, mendasarkan diri pada posisi Bumi relatif terhadap bintang terdekat, Matahari. (…..) 

Demikian juga dengan Film Star Wars? Film Star Wars (Perang Bintang) juga mempunyai makna yang dalam bagi proses kehidupan kita semua, dimana tema utama film tersebut menceritakan sebuah perjuangan semesta yang bersifat abadi antara kebajikan dan kejahatan. Tema ini digambarkan sebagai sebuah keseimbangan antara mereka yang menggunakan kekuatan utama yang disebut “The Force” secara jahat atau baik. 

Menurut kritikus film, film Star Wars (Perang Bintang) memang bukan film biasa. Dari urutannya saja sudah terlihat unik. Film pertama yang diproduksi adalah seri film yang ke­empat. Dari sini saja sudah ketahuan, bagaimana kreatifnya George Lucas. Lihat saja perjalanan para tokohnya di galak­si yang tak terbatas itu. Setting-nya selalu ber­ubah dengan cepat dan tidak pernah sama. Change yang terdiri dari Teknologi, Politik­-Legal, Sosial-Budaya, Ekonomi, dan Market juga terlihat semua di film. Kita disuguhkan berbagai teknologi canggih yang sangat imajinatif.

Soal Politik-Legal juga terlihat pada peranan individu seperti Han Solo yang bisa lebih berpengaruh ketimbang institusi atau pemimpin for­mal yang ada. Dalam Sosial-Budaya, jangan ditanya lagi. Di Star Wars ini lah kita bisa melihat konsep “The Force” yang sangat horisontal dan menyiratkan relasi lintas agama (interfaith). Kemudian, dalam soal Ekonomi dan Market terutama bisa dilihat pada Star Wars Episode I: The Phantom Menace. Di sini banyak diceritakan soal konflik dagang yang merupakan awal dari kisah epik Star Wars (Perang Bintang) ini. Dalam soal Competitor juga terlihat bahwa bisa muncul musuh-musuh baru yang dulu tidak terlihat. Yang tadinya kawan bisa ja di musuh. Banyak pelajaran yang bisa didapat de­ngan mengambil metafora dari film Star Wars (Perang Bintang). Lanskap masa depan yang universal tidak terbatas kepada semua orang.

Lalu bagaimana dengan Perang Bintang di Trunojoyo?

Kembali! Secara kasat mata banyak kalangan melihat telah terjadi “perang bintang” di antara sejumlah jenderal di Kepolisian Republik Indonesia yang bermarkas di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Whistleblower atau disebut pula si pembongkar kasus itu tak lain Susno Duadji. Empat bulan silam, tepatnya 24 November 2009, polisi berpangkat bintang tiga ini dicopot dari jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim. Berturut-turut manuver Susno dalam tiga bulan belakangan. Pertama, lelaki berusia 55 tahun ini mengeluarkan catatan berjudul Bhayangkara Sejati Setia Loyal pada Januari silam. Mantan Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mengungkapkan bahwa Badan Reserse Kriminal Polri tidak memprioritaskan penyelidikan bailout atau penyelamatan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

                            Ketika Susno Duadji Bersaksi 

Kemudian pada 25 Februari silam, dalam bedah buku Bukan Testimoni Susno di Bogor, Jawa Barat, Susno menyinggung persaingan di tubuh Polri. “Saya rela berpisah dengan teman daripada berkumpul untuk berbuat kejahatan,” kata pria kelahiran Pagar Alam, Sumatra Selatan itu. Berlanjut pada 15 Maret lalu, Susno meluncurkan buku Mereka Menuduh Saya di Yogyakarta. Dia membeberkan bahwa makelar kasus alias markus punya ruangan di samping ruangan Kepala Kepolisian RI atau Kapolri dan aman dari gangguan. Dengan kata lain, markus) masih banyak berkeliaran di Mabes Polri. Pernyataan Susno yang paling mengejutkan adalah di hadapan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum pada Kamis pekan ketiga Maret ini. Di depan Satgas, Susno menuding Brigadir Jenderal EI dan RE serta sejumlah perwira di Mabes Polri terlibat manipulasi pengusutan pajak. Menurut dia, barang bukti senilai hampir Rp 25 miliar dicairkan tanpa prosedur yang wajar. Sontak tudingan ini menohok institusi kepolisian. Sebagai salah satu jenderal yang pernah menjadi petinggi di Mabes Polri, tentu Susno tidak asal cuap, kredibilitas dan nama baik menjadi taruhannya. “Saya sudah beri umpan, jika diperlukan panggil saya,” tegas Susno terkait lambannya respons dari Mabes Polri. (Sumber : Liputan6.com, Jakarta, 25/03/2010).

Dalam pandangan Johnson Panjaitan dari Police Watch, respons Polri yang mendahulukan pemeriksaan Susno merupakan gaya lama yang harus dihentikan. “Ini budaya lama, yakni ketika ada orang yang menyebut dugaan mafia hukum, yang langsung diperiksa justru kasus pencemaran nama baik. Substansi hukumnya malah dikesampingkan,” ujarnya, tadi malam. (sumber : bataviase.co.id , 24 Mar 2010).

Kepolisian akan meminta pertanggungjawaban kepada setiap orang yang telah menghina institusi Polri, salah satunya adalah penasihat hukum Indonesian Police Watch (IPW), Johnson Panjaitan. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, Johnson telah menghina institusinya dengan mengucapkan bahwa Polri bloon (bodoh) saat siaran langsung di salah satu televisi. Kepolisian telah memiliki rekaman video perkataan Johson itu. “Misalnya, narasumber mengatakan Polri, bukan lagi menunjuk oknum, (dengan kata) bloon. Kita akan meminta pertanggungjawaban, dalam kapasitas apa dia menyampaikan pernyataan tersebut,” ucap dia di Mabes Polri, Rabu (24/3/2010). Sebelumnya, Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menegaskan agar semua pihak membedakan antara oknum dan institusi Polri. Kepala Polri meminta agar nama baik dan kehormatan Polri dijaga dengan tidak melibatkan perbuatan oknum dengan intitusi. Adapun Johnson menyatakan siap menghadapi langkah yang akan diambil oleh Polri. “Silakan saja. Ini persis dengan polisi Orde Baru. Pokok persoalan enggak dijawab, tapi diserang dengan pencemaran nama baik,” ungkapnya melalui telepon kepada Kompas.com. Menurut Johnson, ia dan publik mempertanyakan kinerja Polri dalam penanganan kasus korupsi. Langkah Polri dalam penanganan korupsi bertolak belakang dengan prestasi dalam penanganan terorisme di Indonesia. “Bahkan berhasil mendeteksi calon teroris. Tapi kok masalah Andi Kosasih enggak jelas. Apakah bidang teroris dengan bidang yang lain (korupsi) berbeda? Seharusnya polisi lebih cerdas,” ucap Johnson. (sumber : kompas.com, Rabu, 24 Maret 2010).

Semoga saja, Kotak Pandora bisa terbuka, dan menurut mitologi Yunani, Kotak Pandora adalah kotak yang isinya merupakan semua kejahatan manusia. Jika dibuka terbongkarlah semua kejahatan yang ada. Istilah ini dipakai Dradjat Wibowo berkaitan dengan kasus BLBI. Demikian pula, kasus Bank Century seperti kotak pandora, yang jika dibuka akan mengungkap kasus-kasus lainnya. Konon kotak pandora itu berisi hal-hal yang jahat maupun bisa berisi hal-hal yang baik pula. Hebat-Nya!!! Kotak pandora bisa bercerita hal terkait dengan fenomena Pemilu atau Pilkada, itulah hebat-Nya kotak tersebut!!!. Bahkan Kotak Pandora juga bisa terkait dengan Perpu, Kebijakan Publik, Markus (Makelar Kasus) seperti hal Markus Pajak, Markus Pendidikan, Mafia Hukum, Mafia Politik, Lintasan Sejarah Bangsa, Peristiwa Sosial, Peristiwa Politik, Era atau Zaman, Tragedi Kekerasan Dan Kemalangan Manusia, atau dengan kata lain Kotak Ajaib tersebut memiliki bingkai keunikannya masing-masing. Dimana di dalam-Nya penuh dengan warna-warni, serta Kaya Sarat dengan Teka-Teki Kehidupan Manusia.


Tag: JJ Amstrong Sembiring

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat