Indonesia Tingkatkan Hubungan dengan Iran 0
Selasa, 27 Apr '10 18:21
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Tidak terasa sudah 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Iran, negara yang sama-sama penduduknya mayoritas beragama Islam. Sebagai dua bangsa saudara dan bersahabat memiliki hubungan yang begitu erat dimana akar dari hubungan tersebut dapat dicari dari naskah-naskah bersejarah yang berasal dari ratusan tahun yang lalu.
Terdapat pendapat bahwa hubungan antara masyarakat kedua negara khususnya di bidang perdagangan dimulai pada saat jalur sutera dan jalur rempah-rempah menjadi begitu populer, di masanya Pada saat tersebut nusantara menjadi bagian dari rute jalur laut itu. Bukan saja dilihat dari sisi ekonomi, tapi pertukaran ilmu pengetahuan dan kebudayaan pun berlangsung dengan sendirinya. Dunia barat dan dunia timur menjadi tak lagi berbatas.
Dapat dilihat bahwa Indonesia dan Iran mempunyai hubungan diplomatik sejak 1950 Hubungan diplomatik ini, yang kini berusia 60 tahun, dapat dibagi menjadi dua periode masing-masing berusia 30 tahun. Pada 30 tahun pertama, Shah Iran mengunjungi Indonesia, yang kemudian dibalas oleh kunjungan beberapa pejabat Indonesia dan sebagai hasil dari kunjungan-kunjungan tersebut, Indonesia dan Iran menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama di bidang investasi dan kebudayaan. Pada 1979, setelah kemenangan Republik Islam Iran, lahirlah sesi baru hubungan kedua negara, yang membentuk 30 tahun kedua.
Pada masa 30 tahun kedua hubungan kedua negara, saling kunjung para pejabat tinggi kedua negara makin meningkat, sampai tercatat bahwa selama 30 tahun belakangan ini 3 presiden Indonesia (Soeharto, Abdulrahman Wahid dan Megawati) mengunjungi Iran dan dua Presiden Iran, yakni Hashemi Rafsanjani (dua kali) dan Mahmoud Ahmadinejad, mengunjungi Indonesia. Kunjungan para pejabat tinggi tersebut menunjukkan adanya semangat yang luar biasa antara pemerintahan kedua negara untuk memperluas hubungan bilateral antara negara dan berkat semangat tersebut kini terdapat berbagai kesepakatan dan kerja sama yang telah disetujui serta 10 kali pertemuan komisi bersama ekonomi di ibu kota kedua negara, yang membawakan hasil yaitu peningkatan hubungan perdagangan antara kedua negara yang sebelumnya hanya 90 juta dollar AS. kini mencapai lebih dari 1 miliar dolar.
Di Jakarta sendiri juga diadakan seminar internasional dalam rangka 60 tahun hubungan bilateral yang diselenggarakan menjadi titik puncak dari penyelenggaraan dari hubungan kontemporer kedua negara. Selama dua hari mulai tanggal 27-28 April 2010 diadakan pameran foto tentang Iran, Seminar, launching Buku tentang peradaban Iran, Irman Gusman ketua DPD RI berkenan membuka acara tersebut, beliau mendukung hubungan Indonesia-Iran yang lebih konduksif bagi kemajuan kedua bangsa, juga peranan Iran dalam mendirikan reaktor Nuklir bagi kebutuhan energi dalam negerinya.
Indonesia juga harus mengembangkan pariwisata untuk menggaet turis-turis asal Iran dan Timur Tengah yang belakangan ini banyak menuju Malaysia agar beralih ke Indonesia, ini tugas berat bagi departemen pariwisata untuk melaksanakannya bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Tag: indonesia, Malaysia, Sabang, islam, aceh, kilometer nol, rachmad yuliadi nasir, iran, timur tengah, pariwisata indonesia, hubungan indonesia-iran
Pantau
Terkait:
-
Markus itu Lebih Berbahaya Daripada Preman
Senin, 10 Mei '10 16:08 -
Jawaban Reporter AntaraTV
Kamis, 6 Mei '10 22:24 -
Presiden SBY Setujui Sri Mulyani Menjabat Managing Director di Bank Dunia
Rabu, 5 Mei '10 16:18
Melati, bukan nama sebenarnya

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat