Antara Jengkol dan uang korupsi 0

Minggu, 8 Agu '10 16:56

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260


Meskipun bau dan dianggap makanan kurang gaul, jangan meremehkan jengkol.
Selain sangat kaya akan vitamin C, ternyata kandungan proteinnya lebih tinggi dari tempe.
Jengkol pun diperlukan buat mereka yang mengalami anemia.

Kandungan Jengkol

Zat Gizi Kadar
Energi (kkal) 133
Protein (g) 23,3
Karbohidrat (g) 20,7
Vitamin A (SI) 240
Vitamin B (mg) 0,7
Vitamin C (mg) 80
Fosfor (mg) 166,7
Kalsium (mg) 140
Besi (mg) 4,7
Air (g) 49,5


Sebagai penggemar fanatik jengkol, saya sering berusaha menghilangkan dampak negatif dari asam jengkolat.
Ada beberapa cara untuk menurunkan kadar asam jengkolat, antara lain dibuat jengkol sepi…. atau rebus jengkol dalam larutan yang mengandung abu gosok (bass).
Jengkol sepi adalah jengkol yang telah dikecambahkan, yaitu dibuat dengan cara memendam biji jengkol dalam tanah pada kedalaman sekitar 10 cm dan disiram dengan air setiap hari selama 14 hari, supaya berkecambah.
Pengolahan jengkol menjadi emping juga dapat menjadi pilihan..
Pada dasarnya prinsip pembuatannya sama dengan emping melinjo, yaitu daging buah dipipihkan di alas batu, kemudian diangkat dan dijemur hingga kering.
Emping matang dibuat dengan cara menggorengnya dalam minyak panas.
Proses pemasakan ataupun perebusan dapat juga menjadi pilihan,  namun, proses pemanasan harus dilakukan secara sempurna, sehingga dapat mereduksi asam jengkolat secara signifikan.
Biasanya proses perebusan berlangsung 6-7 jam sambil setiap kali dibuang buih-buihnya.
Dapat juga dibuat sebagai kripik jengkol dengan cara setelah jengkol direbus kemudian di-iris tipis tipis, dijemur atau dikeringkan setelah kering terus digoreng ... diberi bumbu seperti tempe goreng .
Meskipun belum memiliki bukti ilmiah, dalam proses pemasakan biji jengkol sebaiknya dibubuhkan daun melinjo.
Konon, menurut resep pengobatan tradisional di beberapa daerah, daun melinjo sangat ampuh untuk menetralkan racun asam jengkol yang bersarang di tubuh.
Jengkol juga dapat melancarkan proses buang air besar, karena mengandung serat yang tinggi, disamping itu juga dapat mencegah ( preventip ) penyakit Diabetes karena kandungan asam dan mineralnya… dan juga dapat mencegah penyakit jantung koroner.
Dan karena jengkol mengandung banyak zat besi …jengkol sering dianjurkan bagi para penyakit anemia, sedang kandungan kalsiumnya yang cukup tinggi sangat baik untuk kesehatan tulang.
Kulit jengkol yang ditumbuk kemudian dicampur dengan air dan disebar di air yang tidak mengalir ternyata dapat membunuh jentik jentik nyamuk… jadi dapat mengurangi wabah penyakit Demam berdarah.

Dampak makan jengkol :
Kalau kita agak banyak makan jengkol dapat berdampak yang disebut kejengkolan yaitu susah buang air kecil ( anyang-anyang-en - Jw )
Sedang dampak yang lain adalah bau mulut yang tak enak ( Mulut Naga ) dan air kencing yang pesing sekali ( Kencing Kebo ) Disamping itu Asam jengkolat yang terdapat di jengkol dapat menyebabkan kristal kristal yang mengendap di ginjal, sehingga timbul penyakit batu ginjal.
Untuk mengatasi kejengkolan biasanya saya minum air putih atau air soda yang cukup banyak,…sedang untuk mengatasi bau mulut dan kencing yang pesing adalah dengan makan buah mentimun, minum kopi hitam atau mengunyah pucuk cengkeh…. tetapi yang paling manjur adalah dengan gosok gigi dan berkumur dengan obat kumur.
Sebagai orang yang lahir di daerah Sunda ( Bogor ) maka menu masakan dengan bahan baku jengkol merupakan menu utama pada keluarga kami .
Pada pokoknya makanan yang terbuat dari jengkol sudah mendarah daging pada keluarga kami , sehingga keluarga kami selalu berusaha untuk menghilangkan dampak negatip dari makan jengkol.
Istilah yang sekarang mungkin disebut sebagai Rekayasa… gitu lhoooo….
Namun lama kelamaan tanpa saya sadari kristal kristal asam jengkolat itu terbentuk juga pada ginjal dan ureter saya, disamping itu kadar asam urat saya juga semakin tinggi karena terlalu sering makan daun  So ( daun Mlinjo ) yang maksudnya kami gunakan untuk mengurangi efek negatip asam jengkolat..
Saya harus operasi ginjal sebelah kanan untuk mengeluarkan batu ginjal , operasi saluran ureter sebelah kiri untuk mengeluarkan batu ureter. dan cuci darah sampai tiga kali.
Setelah itu dengan hati berat sekali dan setengah menangis … saya harus berpisah dengan makanan jengkol yang amat aku cintai…..
Kini umur saya sudah  66 ( enam puluh enam ) tahun…. jadi sudah 17 tahun  saya berpisah dengan jengkol yang manis dan menggoda.
Akan tetapi akhir akhir ini pada saat saya melihat tayangan tayangan televisi dan membaca koran mengenai berita berita tentang korupsi… sering kali hati saya tergelitik…..bukankah orang yang korupsi itu dapat disamakan dengan makan jengkol.?…. yaitu selalu berusaha merekayasa untuk menghilangkan dampak negatipnya.
Kalau orang makan jengkol selalu merekayasa supaya bau mulut tetap enak ( mulut naga ) dan bau kencing tidak pesing ( kencing kebo ) … maka para koruptur selalu merekayasa untuk menutupi korupsinya dengan berperan sebagai dermawan untuk membangun tempat tempat ibadah, panti panti sosial dll meskipun dengan prosentase yang amat kecil dari hasil korupsinya. … atau dengan cara korupsi berjamaah bersama sama dengan aparat hukum.
Kalau orang makan jengkol maka mulutnya berbau… bukankah mulut koruptur juga berbau? yaitu selalu mencla mencle ( kontroversil atau esuk tempe sore dele atau tidak konsisten ) ?
Kalau sudah begitu… walaupun saya kesal luar biasa dengan perilaku orang orang yang dianggap  terhormat itu… teryata saya masih bisa tersenyum…
Saya sendipun tak habis heran…..

Sumber bacaan dan gambar : Google

Naskah ini juga dikirm ke Politikana dan Kompasiana


Tag: Korupsi, anggota dpr, Jengkol

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat