rating ►
Pakbodong
Sabtu, 14 Agu '10 13:09
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: libraries/Gatekeeper.php
Line Number: 260
Saya selalu merasa risih dan tidak terima atau jengkel bila tempe dikonotasikan untuk hal hal yang bersifat ecek ecek, remeh atau tidak bermutu... lebih lebih kalau yang mengatakan ini adalah mereka para tokoh yang berpendidikan Sarjana.
Tempe mentah
Seperti yang dikatakan oleh Salahudin Wahid ( Kompas Sabtu 14 Agustus 2010 halaman 7 ) dimana beliau menggambarkan rasa bangganya terhadap kemampuan bangsa Indonesia ini dalam bidang tehnologie kedirgantaraan dengan berhasilnya membuat N 250.
Beliau dengan bangga mengatakan bahwa : Ini bukti bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa Tempe.
Lhooooo....... emangnya tempe itu nggak bermutu...... ? Waduh.......
Untuk menghilangkan konotasi ecek ecek atau nggak mutu terhadap tempe... marilah kita ikuti hasil googling saya seperti dibawah ini....
Tempe berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker ) Balado Tempe
Selain itu Tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, Dan lain-lain.
Komposisi gizi Tempe baik kadar protein, lemak, Dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang Tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada Tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.
Dibandingkan dengan kedelai, terjadi beberapa hal yang menguntungkan pada tempe.
Kering-Tempe
Secara kimiawi hal ini bisa dilihat dari meningkatnya kadar padatan terlarut, nitrogen terlarut, asam amino bebas, asam lemak bebas, nilai cerna, nilai efisiensi protein, serta skor proteinnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat gizi tempe lebih mudah dicerna, diserap, Dan dimanfaatkan tubuh dibandingkan dengan yang ada dalam kedelai. Ini telah dibuktikan pada bayi dan anak balita penderita gizi buruk serta diare kronis.
Dengan pemberian tempe, pertumbuhan berat badan penderita gizi buruk akan meningkat, dan diare menjadi sembuh dalam waktu singkat. Pengolahan kedelai menjadi Tempe akan menurunkan kadar raffinosa dan stakiosa, yaitu suatu senyawa penyebab timbulnya gejala flatulensi (kembung perut).
Tempe Bacem
Mutu gizi Tempe yang tinggi memungkinkan penambahan tempe untuk meningkatkan mutu serealia dan umbi-umbian. Hidangan makanan sehari-Hari yang terdiri dari nasi, jagung, atau tiwul akan meningkat mutu gizinya bila ditambah tempe.
Sepotong Tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk meningkatkan mutu gizi 200 G nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe, gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.
Kandungan isoflavon yang berkhasiat sebagai senyawa anti oksidan yang dapat mencegah pertumbuhan sel kanker, vitamin terutama vitamin B1 yang jarang terdapat pada produk nabati, senyawa aktif yang berfungsi sebagai anti bakteri seperti bakteri E-coli yang menyebabkan diare menyebabkan tempe menjadi makanan yang sanggat unggul.
Tempe Bumbu Rujak
Jika kita mengonsumsi tempe setiap hari, hal itu dapat memenuhi 62% protein yang dibutuhkan oleh tubuh, 35% riboflavin, 34% magnesium, 108% mangan, dan 46% tembaga. Selain itu, tempe hanya mengandung 3,7 gram lemak jenuh dan kurang dari 329 kilo kalori.
Kandungan tinggi seratnya berfungsi mengendalikan kadar gula darah dan mencegah diare pada anak kecil.
Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena tempe, tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah.
Namun, nama 'tempe' pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe.
Tempe Mendoan
Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, "Jangan menjadi bangsa tempe. ( Barangkali bumerang ini tidak disadari oleh Bung Karno dalam hubungannya dengan tujuan Character building-nya )
Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai tempe ini mulai berubah. Bahkan PBB sudah me-release suatu pernyataan agar masyarakat diseluruh dunia mengurangi makan daging dalam rangka mengurangi dampak Rumah kaca
10 Khasiat Tempe:
Dosen pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Sugiyono, mengatakan, untuk menentukan nilai gizi suatu makanan sebaiknya diukur dengan kadar kandungan tertentu, misalnya kadar protein, kadar lemak, kadar vitamin tertentu, kadar serat, dan lain-lain.
Tempe Menjes Goreng
Nilai gizi suatu makanan sebaiknya juga dikaitkan dengan tujuan mengonsumsi makanan itu. Bagi orang yang sedang diet, makanan yang rendah kadar lemak dianggap lebih baik dibandingkan dengan makanan yang tinggi kadar lemaknya. Sebaliknya, bagi yang kekurangan energi lebih baik mengonsumsi makanan yang tinggi kadar lemaknya.
Inilah beberapa khasiat Tempe
a. Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
b. Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.
c. Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
d. Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.
e. Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.
f. Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol. g. Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.
h. Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif.
i. Mencegah timbulnya hipertensi.
j. Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.
Tempe Mendoan lagi
Jenis jenis Tempe :
Tempe Kedelai, Tempe Gembus, Tempe Benguk, Tempe Lamtoro, Tempe Kecipir, Tempe Kacang Hijau, Tempe kacang Merah
Nah..... apakah kita masih mengatakan bahwa tempe itu makanan : Ecek Ecek atau tak bermutu...... ?
Sumbar bacaan dan gambar : Google, Kompas
Naskah ini juga diposting ke:
Kompasiana.com dan Publikana.com
Tag: Tempe, Bung Karno, Salahudin Wahid
Pantau
Beri rating untuk artikel ini:
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat