Saya tidak mengerti 0

Senin, 23 Agu '10 13:00

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: libraries/Gatekeeper.php

Line Number: 260

Disebuah desa dekat  komplek perumahan yang saya tempati saya mempunyai tetangga yang cukup akrab... sebut saja namanya Isnanto. 
Isnanto ini masih muda, berumur sekitar 32 tahun. , termasuk manusia  totalitas .
Pekerjaan pokoknya adalah sebagai penjual Bakmi Jawa yang amat laris. Ia mulai berjualan sekitar jam 19.00 dan sekitar jam 20.30 wib jualan-nya telah habis
 Ia seringkali menerima pesanan dari para tetangga untuk keperluan arisan, kelompok ronda dan lain lain.
Selain itu Isnanto ini masih berprofesi sebagai perantara jual beli tanah, sepeda motor dan mobil.
Istrinya bekerja sebagai staf TU disebuah salah satu Universitas Islam terkenal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rumahnya besar dan bagus ... halaman rumahnya luas dengan pohon buah buah-an yang ber macam macam.
Kalau sedang berbuah, maka hasil dari pohon buah buah-an ini dijual kepedagang buah, sehingga semakin banyak menambah kekayaan-nya. Kemudian disamping rumahnya dia mengusahakan peternakan Lele.
Anaknya tiga orang masih kecil kecil.
Keluarga Isnanto adalah penganut agama Islam yang amat taat bahkan mendekati fanatik.
Walaupun dirumahnya ada mesin cuci, ada sumur dan berlangganan air dari PAM, serta ada Bak air yang dibangun diatas menara.... kalau untuk wudu dan mencuci dia selalu mengerjakan di sebuah sungai sekitar 3 km dari rumahnya.
Setiap hari minimal lima kali dia pergi ke sungai untuk wudu... kemudian menjalankan ibadah solat di Masjid terdekat.
Dan setiap pagi setelah solat subuh , dia kembali kesungai lagi untuk mencuci pakaian yang kemudian dijemur di rumahnya.
Sewaktu saya tanya, alasannya adalah bahwa itu adalah perintah dari guru ngajinya , bahwa sebagai orang islam maka untuk wudu dan mencuci harus memakai air yang mengalir.
Suatu ketika Isnanto ini menderita sakit lever yang cukup berat sehingga harus dirawat dirumah sakit.
Sepulang dari rumah sakit ia tetap menjalankan perintah guru ngaji-nya yaitu wudu dan mencuci pakaian disungai yang mengalir... walaupun penyakitnya belum sembuh betul.
Saya pernah mengusulkan supaya pakaian-nya dicuci orang lain dengan diberi biaya.... tetapi ia menolak dengan tegas, karena tidak percaya bahwa pakaian-nya akan dicuci di sungai yang mengalir.
Nah.. pada suatu ketika ketika sedang mencuci disebuah sungai .. tiba tiba penyakit levernya kambuh sampai berak darah. Dengan tertatih tatih dia membawa cucian-nya sampai dirumah dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat..... tapi jiwanya tidak tertolong lagi.
Kini setiap kali saya lewat dirumahnya yang megah itu... saya selalu berhenti sejenak dan tercenung.... mengapa harus wudu dan mencuci pakain disungai....?
Sampai sekarang ini saya tetap tidak mengerti.
Sumber gambar : 

1. Http://vibizlife.com/photo_details.php?pg=photo&id=97808sub=photo&awal=140&page=15
2. Http://fotokita.net/browse/photo/061280230866_1520342/member/3/22791


Tag: Sungai, Wudhu

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Pantau

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat