apakah internet & media sosial serta dampak perubahan sosial bagi masyarakat terlalu dibesar-besarkan? »
Mawar, bukan nama sebenarnya
Melati, bukan nama sebenarnya
Vic
| beri komentar
birliandri
| beri komentar
Xaliber von Reginhild
| beri komentar
duhgusti
| beri komentar
potretkaca
| beri komentar
RACHMAD YULIADI NASIR
| beri komentar
grenx
| 1 komentar
Klanjabrik
| beri komentar
diditdof
| 1 komentar
doeh
| 1 komentar
In Rainbows
| 2 komentar
hqm yeach
| beri komentar
XHL
| beri komentar
Oo Zaki
| beri komentar
prajnamu
| beri komentar
Debat: Ketika publik juga bisa ikut serta melakukan hal-hal yang biasa dilakukan wartawan di lembaga media dan menuliskannya, apakah pantas disebut jurnalisme warga?
| Ya 71% | Netral 14% | Tidak 14% | |||
|
|
|||||
Ya: Karena tidak ada yang berubah dari kegiatan jurnalisme yang didefinisikan seputar aktivitas mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan berita
Mawar, bukan nama sebenarnya
Tidak: Karena setiap pelaku jurnalisme warga perlu mematuhi standar-standar jurnalisme yang berlaku di kalangan wartawan selama ini sehingga produknya bisa disebut sebagai karya jurnalistik. Lebih lagi penggunaan nama samaran yang tidak kredibel, juga objektivitas pemberitaan harus dipertanyakan
Melati, bukan nama sebenarnya
Bagaimana dengan Anda? Klik di sini...
YA: Tetapi jika memberitakan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Tidak dikurangi atau dilebih-lebihkan. Biasanya jurnalisme yang dilakukan oleh orang yang tidak punya kepentingan di dalamnya, juga tidak ada editorialnya, akan berkata lebih apa adanya.
Vic
| beri komentar
YA: dengan adanya kebebasan berpendapat menjadikan warga mampu berfikir lebih objektif atas suatu masalah
birliandri
| beri komentar
TIDAK: Disebut "jurnalisme" mungkin juga tidak bisa. Palingan "semi-jurnalisme", atau malahan pseudo-jurnalisme.
Karena "jurnalisme" warga tidak selalu memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik. Bisa jadi bias, framing terlalu sempit. Walaupun saya tidak keberatan soal nama samaran.
"Jurnalisme" itu nama yang terlalu berat buat "pemberitaan" amatiran oleh warga. Sebut saja "laporan" atau "cerita" warga, toh rasanya lebih tepat.
Xaliber von Reginhild
| beri komentar
YA: kalo disebut jurnalis,mungkin memang ada kriterianya.Tapi kalo disebut jurnalisme warga, mengapa tidak?
duhgusti
| beri komentar
YA: semenjak kebebasan pers mulai "dibuka" kembali, saya kira setiap orang boleh ikut mengungkapkan aspirasinya dalam bentuk tulisan, foto, liputan, dsb. TENTU dengan tanggung jawab atas "produk"nya
potretkaca
| beri komentar
YA: karena setiap orang boleh dan bisa menulis,mengirim berita baik text narasi, gambar,suara itu di sebut kegiatan jurnalisme, dalam kode etik kewartawanan semua itu dapat di kategori sebagai wartawan
RACHMAD YULIADI NASIR
| beri komentar
YA: menurut definisi saya...
jurnalisme berarti kegiatan yang berkaitan dg jurnalistik(yulis menulis) baik itu laporan,berita,karya ilmiah, dan sebagainya.
sedangkan kata warga (citizen) menunjuk pada banyak orang, yang maksudnya barang siapa saja.
jadi jurnalisme warga (citizen journalism) merujuk pada barang laporan, tulisan, dsb yang berasal dari siapa saja.
lagian hal ini bisa lebih obyektif. kalau toh ada yang menyalah gunakan, publik pada umumnya pasti tau mana yang benar.
sekarang sudah terlalu banyak media yang disalah gunakan sebagai salah satu jalan untuk legitimasi kekuasaan. CJ lah yang menjadi alternatif bagi mereka yang menginginkan input yang lain...
grenx
| 1 komentar
YA: Namanya juga Jurnalisme-WARGA, kalau namanya WARGA-Jurnalisme baru beda...kekeke....
Klanjabrik
| beri komentar
YA: Tapi juga harus diiringi dengan sikap yang jujur dan bertanggung jawab jadi tidak asal ngawur.
diditdof
| 1 komentar
YA: Namanya Jurnalisme partisipatoris.......
Publik tidak hanya menerima saja apa yang ada tapi juga dirasa perlu membeberkan apa yang terjadi sekarang ini....
doeh
| 1 komentar
TIDAK: nulis di blog tidak ada aturannya. mana bisa disamakan jurnalisme yang ada etika dan standar jurnalisme.
In Rainbows
| 2 komentar
YA: Ya, karena esensi kegiatan jurnalisme sudah dilakukan. Wartawan hanya tinggal sebuah penamaan bagi pelaku profesional. Sehingga esensinya apalah arti sebutan wartawan jika aktivitas jurnalisme dilakukan oleh warga, munculah istilah jurnalisme warga.
hqm yeach
| beri komentar
Netral: pertanyaannya membingungkanluwak | beri komentarjawabannya bisa "ya", bisa "tidak", tergantung sifat dan isi tulisan tersebut. kalau dilengkapi data memadai dalam laporan, maka bisa jadi tulisan itu disebut karya jurnalistik "oleh" warga
![]()
YA: Jurnalisme itu aktivitas menyampaikan sebuah berita atau cerita atau pengalaman bukan? Siapa saja dapat melakukannya, tak harus wartawan. Dan jurnalisme warga dapat menjadi alternatif dari media mainstream.
XHL
| beri komentar
YA: Kawan-kawan sering menyebut kegiatan jurnalisme sebagai penerus para nabi (agak gombal sih). Kita sudah meyakini era 'kenabian' sudah selesai, oleh karena itu semua orang berhak mengabarkan. Bedanya, para nabi mengabarkan pesan dari Tuhan, sedang wartawan (warga) lebih banyak mengabarkan kenyataan. Toh ternyata semua orang sering kali melakukan kerja jurnalistik (misalnya tadi saya lihat seorang tukang becak sangat kelelahan bla bla bla), lalu saya tulis. Tentu saja dengan tetap menggunkan prinsip-prinsip jurnalisme, jika tidak, otomatis tulisan saya bukan karya jurnalistik.
Oo Zaki
| beri komentar
YA: Jurnalisme warga memang aktivitas warga dalam melaporkan apa yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah bagian dari Active Citizens: "Every citizen is a reporter". http://tinyurl.com/o8kj97
prajnamu
| beri komentar
Netral: tergantung isi berita, artinya jurnalisme warga harus tetap dibuktikan dahulu kebenaran beritanya, karena modelnya yang tidak (selalu) mengikuti standar jurnalisme dan penggunaan nama samaranYudiantoro | beri komentar